Mitigasi Bencana Banjir, Warga Rancaekek Bandung Dapat Edukasi Lewat Program KMBL
BNPB menyatakan, banjir yang terjadi sejak 1 Januari hingga 8 Desember 2024 menjadi bencana yang paling sering terjadi di Indonesia
Ketiga, bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Daearah (BPBD) setempat untuk memperkuat sistem peringatan dini yang telah ada dengan menginstalasi alat tambahan di lokasi-lokasi strategis.
Keempat, melakukan pelatihan kapasitas, simulasi, serta edukasi kepada masyarakat, termasuk anak-anak, terkait langkah-langkah menghadapi banjir dan pentingnya menjaga lingkungan seperti menanam pohon sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko banjir.
Hal ini untuk menanamkan kesadaran dan mendorong keterlibatan anak dan orang muda dalam menciptakan lingkungan yang tangguh dan berkelanjutan.
Kolaborasi yang erat antara berbagai pihak sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan berkelanjutan bagi anak-anak dan masyarakat.
Baca juga: 10 Bencana Hidrometeorologi Landa Sejumlah Wilayah di Indonesia Awal Februari 2025
Melalui program ini, diharapkan masyarakat tidak hanya lebih siap dalam menghadapi banjir, tetapi juga memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menjaga lingkungan, serta berperan aktif dalam upaya pengurangan risiko bencana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/sosialisasi-risiko-banjir.jpg)