Senin, 1 September 2025

Kasus Korupsi Minyak Mentah

Kejagung Sebut Korupsi Minyak Mentah Terungkap usai Masyarakat Ngeluh Pertamax, Bantah Pertamina?

Kejagung mengatakan salah satu penyebab korupsi minyak mentah bisa terungkap karena adanya keluhan masyarakat soal kualitas Pertamax.

Tribunnews.com/ Fahmi Ramadhan
KEJAKSAAN AGUNG - Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung), Harli Siregar, di Gedung Kejagung RI, Jakarta Selatan, Kamis (30/1/2025). Kejagung mengatakan salah satu penyebab korupsi minyak mentah bisa terungkap karena adanya keluhan masyarakat soal kualitas Pertamax yang dirasa jelek. Lalu, setelah dilakukan penyelidikan hingga penyidikan, Kejagung menyimpulkan bahwa jeleknya kualitas Pertamax lantaran ada dugaan mega korupsi di Pertamina Patra Niaga yang mengakibatkan munculnya kerugian negara hingga Rp193,7 triliun. 

Riva juga melakukan pelanggaran di mana justru membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 90 meski yang dibutuhkan adalah RON 92.

Tak cuma itu, Yoki juga diduga melakukan mark up kontrak dalam pengiriman minyak impor.

Apa yang dilakukan Yoki ini membuat negara harus menanggung biaya fee mencapai 13-15 persen. Namun, Riza justru memperoleh keuntungan.

"Sehingga tersangka MKAR (Riza) mendapatkan keuntungan dari transaksi tersebut," ungkap Qohar.

Qohar mengatakan rangkaian perbuatan tersangka ini membuat adanya gejolak harga BBM di masyarakat lantaran terjadi kenaikan.

Hal ini membuat pemerintah semakin tinggi dalam memberikan kompensasi subsidi.

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan