Lintas Profesi Soroti Gagalnya Target Kesehatan Nasional, Minta Prabowo Evaluasi Menkes
Zainal memperingatkan bahwa anak-anak balita saat ini adalah calon generasi emas 2045, namun jika kondisi ini berlanjut, Indonesia justru terancam
“Meski kita kecil, tetap harus membela yang benar,” katanya.
Baca juga: Disemprot DPR usai Sindir Gaji Rp15 Juta dan Lingkar Perut, Menkes: Apa yang Saya Omong Salah Semua
Sementara itu, Guru Besar Universitas Diponegoro (Undip), Zainal Muttaqin, menyoroti kegagalan dalam capaian target layanan dasar kesehatan.
Berdasarkan laporan Bappenas 2024, dari 10 target utama, dua di antaranya gagal tercapai yakni penurunan angka stunting dan cakupan imunisasi dasar.
“Target stunting 14 persen, ternyata prevalensinya masih 21,5 persen. Artinya, 1 dari 5 anak Indonesia lahir dalam kondisi stunting,” kata Zainal.
Ia juga mengungkapkan bahwa target imunisasi dasar sebesar 90 persen hanya tercapai 60 persen.
Zainal memperingatkan bahwa anak-anak balita saat ini adalah calon generasi emas 2045, namun jika kondisi ini berlanjut, Indonesia justru terancam menghadapi bencana demografi, bukan bonus demografi.
Ia juga mengkritisi kebijakan pinjaman luar negeri sebesar Rp64 triliun ke Bank Dunia yang digunakan untuk pengadaan alat kesehatan canggih tanpa konsultasi mendalam dengan para ahli.
“Apakah benar masyarakat Indonesia membutuhkannya?” tanyanya.
Aksi ini diakhiri dengan seruan agar kebijakan kesehatan nasional dikaji ulang secara menyeluruh agar tak menghambat visi Indonesia Emas 2045 yang telah dicanangkan Presiden Prabowo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sekretariat-Gerakan-Anti-Kebohongan-dan-Premanisme-Birokrasi-di-Kemenkes-RI.jpg)