Tunjangan DPR RI
Formappi Sesalkan Sikap DPR yang Terkesan Menghindar, Aksi Massa Justru Makin Meluas
Menyoroti jatuhnya korban dalam aksi terbaru, Lucius mendesak DPR segera mengambil sikap.
Menurutnya, DPR tidak bisa lagi bersembunyi.
"Bukan waktunya lagi bagi DPR untuk diam, karena emosi rakyat semakin tinggi setelah jatuhnya korban. Saatnya DPR membuktikan semua anggapan dan sikap tidak percaya publik kepada mereka dijawab melalui respons yang bijak dan tepat," katanya.
Seperti diketahui, demo di DPR pada 28–29 Agustus 2025 menjadi salah satu aksi paling besar dan penuh gejolak tahun ini.
Ribuan orang dari berbagai elemen—buruh, mahasiswa, dan pengemudi ojek online—turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan sosial, ekonomi, dan keadilan.
Pemicu aksi antara lain kekecewaan terhadap tunjangan DPR, RUU kontroversial, dan minimnya respons terhadap tuntutan buruh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Bentrok-Polisi-dengan-Demonstran-Bubarkan-DPR_20250828_174653.jpg)