Demo di Jakarta
Anggota DPR Kunker ke Australia Saat Kantornya Didemo Massa, Penjelasan Ketua Komisi XI DPR
Komisi XI DPR RI yang membidangi masalah keuangan dan fiskal saat ini tengah melakukan kunjungan kerja ke Australia.
Penulis:
Reza Deni
Editor:
Hasanudin Aco
Kemudian, kunjungan berikutnya terjadi sehari setelahnya, yakni ke Australia Payment Network (AusPayNett) di Sydney.
Kunjungan itu, dikatakan Misbakhun, untuk mengetahui bagaimana Australia sebagai negara yang menerapkan national system payment perbankan mereka sebagai organisasi self regulatory body yang terpisah dari bank sentral Australia.
Dia mengatakan organisasi sistem payment tersebut perlu dipelajari efektivitas dan praktik bisnisnya untuk memperkuat dan memperkaya pemahaman penerapan payment sistem yang ideal untuk Indonesia.
"Termasuk penggunaan tekhnologi dan digitalisasi sistem pembayaran penggunaan QRIS atau tap NFT yang banyak dipraktekkan secara berbeda-beda pada skala teknologi pada industri dan pihak regulator," kata dia.
Dia mengatakan sistem pembayaran ini menjadi penting karena bank-bank pelat merah seperti BNI dan BTN baru saja menerapkan digital bank mereka dengan Wonder untuk BNI dan Bale untuk BTN.
Masih di Sydney, Komisi XI juga mengunjung kantor representative office Bank BUMN yang belum 1 tahun dibuka di Sydney untuk mengetahui apa saja transaksi pelayanan perbankan antara Indonesia dan Australia yang dilayani.
"Ternyata di Australia transaksi batu bara saja sudah mencapai AUD 2 miliar, pendidikan dan pariwisata mencapai 1,45 miliar. Belum lagi ada 5 konglomerat besar Indonesia mempunyai konsesi tambang sebanyak lebih dari 10. Itu adalah size bisnis yang besar dimana BNI ingin memberikan pelayanan untuk itu," kata dia.
Bersama Bank Indonesia sehari setelahnya, Misbakhun mengatakan Komisi XI juga bertemu dengan Reserve Bank of Australia (RBA) Bank Sentral Australia .
"Topik diskusinya adalah mengenai penerapan national payment gateway dalam rangka cross border transaction dan membuka peluang kerja sama QRIS Indonesia bisa dipakai di Australia, mengingat di Australia banyak pelajar dan wisatawan dari Indonesia, sehingga dibuka peluang penerapan QRIS Indonesia di Australia seperti halnya di Jepang, Thailand dan Malaysia. Penjajakan yang sama sedang dicoba dengan Singapore dan China," kata dia.
Misbakhun juga mengatakan topimk berikutnya adalah isu Central Bank Digital Currency (CBDC).
"Isu ini semakin kuat dorongan mewujudkan CBDC karena desakan yang kuat soal crypto sebagai asset keuangan di mana isu stabel coin, digital ledger dan tokenisasi aset keuangan sebagai produk underlying," tandasnya.
Demo di Jakarta
Pengusaha Pusat Belanja Resah Banyaknya Aksi Demo di Jakarta |
---|
Gibran Jenguk Ojek Online Umar Amirudin yang Dirawat di RS Pelni |
---|
Perkuat Literasi, Masyarakat Diminta Periksa Sumber Berita Sebelum Sebar Informasi Terkait Demo |
---|
Kondisi Polda Metro Jaya Usai Demonstrasi, Sisa Gas Air Mata Masih Ganggu Petugas Kebersihan |
---|
Sejumlah Pengendara Menepi dan Abadikan Sisa Kerusuhan di Depan Gedung DPR RI |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.