Sabtu, 10 Januari 2026

Wawancara Eksklusif

“Berani Gak Memimpin?” Tantangan Prabowo yang Lahirkan Program MBG untuk Anak Negeri

Prabowo menantang, Dadan menjawab. Dari trauma keracunan hingga sendok hilang—ini kisah nyata di balik MBG yang bikin hati bergetar.

|

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — “Berani gak memimpin?” Kalimat itu bukan sekadar tantangan, tapi titik balik yang mengubah arah hidup Dadan Hindayana—dan jutaan anak Indonesia.

Ketika Prabowo Subianto mencetuskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), itu bukan janji kampanye yang lahir di ruang rapat.

Di balik gagasan ambisius itu, tersembunyi kisah panjang tentang keprihatinan, pengalaman lapangan, dan tekad seorang pemimpin yang tak tahan melihat anak-anak negeri tumbuh dalam kekurangan.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkap bahwa MBG bukan ide dadakan.

Ia lahir dari pengamatan langsung Prabowo selama bertahun-tahun turun ke pelosok negeri, menyaksikan sendiri wajah-wajah kecil yang kurang gizi, tubuh-tubuh mungil yang tak semestinya lemah.

“Beliau sering turun ke daerah, melihat sendiri anak-anak yang pertumbuhannya kurang baik. Dari situlah muncul keinginan kuat untuk memberi makan jutaan anak Indonesia,” kata Dadan dalam wawancara eksklusif dengan Tribunnews di kantor BGN, Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Dadan pun membuka banyak hal dalam perbincangan itu—dari asal mula MBG, tekanan di lapangan, hingga komunikasi langsung dengan Presiden.

Berikut petikan wawancara Tribunnews bersama Kepala BGN Dadan Hindayana:

Bapak waktu itu dilantik sebelum Pak Prabowo dilantik sebagai Presiden RI. Apakah itu kemauan datang dari diri sendiri atau seperti apa?

Saya menjadi Kepala Badan Gizi atas keinginan dan permintaan Pak Presiden Prabowo Subianto. Jauh sebelum beliau dilantik, kami sudah membicarakan program ini, yakni sejak Juni 2023. Dan kami meluncurkan program ini pada 15 Agustus 2023, jauh sebelum Pilpres 2024 dilakukan. 

Program ini sudah lama dicita-citakan oleh beliau, berangkat dari pengalaman lapangan dan operasi yang sering turun ke daerah-daerah. Konsep yang dilaksanakan sekarang merupakan hasil pilot project yang saya laksanakan di Sukabumi.

Oh, di Sukabumi yang pertama?

Ya, betul. Dan begitu Pak Prabowo menang dan dinyatakan menjadi calon presiden terpilih saat itu, kemudian diskusi kami makin intensif. Dan beliau mengatakan kita harus membentuk sebuah badan yang akan melaksanakan program ini. 

Karena beliau tidak ingin program ini dilaksanakan dalam bentuk kementerian, maka dibentuklah apa yang disebut dengan Badan Gizi Nasional

Saya kira, ini salah satu badan yang bagus dibentuk karena menempatkan gizi sebagai bagian penting dalam pembangunan manusia. Dan gizi merupakan dasar utama pertumbuhan manusia. Jadi, saya kira ini program yang bagus sekali dari Pak Presiden Prabowo Subianto

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved