Senin, 13 April 2026

Menteri P2MI Tegaskan 110 PMI Korban Online Scam di Kamboja akan Dipulangkan

Menteri P2MI sudah melakukan pendalaman kasus langsung di Kamboja dengan menerjunkan Direktur Siber KP2MI.

Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
KORBAN ONLINE SCAM - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin (kiri) bersama Wamen P2MI Christina Aryani (tengah) saat jumpa pers di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Kamis (23/10/2025). Mukhtarudin menyampaikan update nasib 110 PMI di Kamboja yang jadi korban online scam. 

Ringkasan Berita:
  • Menteri P2MI menyampaikan perkembangan terkini soal nasib 110 PMI yang diduga menjadi korban online scam di Kamboja
  • Pemerintah sudah melakukan pendalaman kasus langsung di Kamboja dengan menerjunkan Direktur Siber KP2MI
  • Kemlu sudah menerapkan beberapa langkah untuk melakukan perlindungan kepada ratusan pekerja migran

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyampaikan perkembangan terkini soal nasib 110 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang diduga menjadi korban online scam di Kamboja.

Kata Mukhtarudin, saat ini pihaknya sudah melakukan pendalaman kasus langsung di Kamboja dengan menerjunkan Direktur Siber KP2MI.

Baca juga: Menteri P2MI Mukhtarudin Pastikan 110 WNI Korban Online Scam di Kamboja dalam Kondisi Aman

Hasilnya, dari jumlah 110 PMI yang diduga un-prosedural itu, sebanyak 97 orang dikabarkan sudah melarikan diri terlebih dahulu dari perusahaan.

"Hasil koordinasi dengan tim P2MI yang sekarang ada di lapangan pak Guntur dari Direktur Cyber kita sedang ada di Kamboja juga dalam konteks ini, 97 WNI melarikan diri dari perusahaan yang diduga menjalankan penipuan dari Online scam, kemudian 13 WNI lainnya berhasil dikeluarkan dari lokasi tempat mereka di (Kabupaten) Chrey Tum ya," kata Mukhtarudin saat jumpa pers di Kantor KP2MI, Jakarta Selatan, Kamis (23/10/2025).

 

 

Namun saat ini, Mukhtarudin menyatakan, pihaknya bersama Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) sudah menerapkan beberapa langkah untuk melakukan perlindungan kepada ratusan pekerja migran tersebut.

Kata dia, saat ini keseluruhannya sudah ditempatkan di rumah detensi imigrasi Phnom Penh guna dilakukan pendataan.

"Saat ini seluruh 110 WNI telah berada di rumah detensi imigrasi Phnom Penh untuk proses pendataan dan pemeriksaan oleh otoritas setempat tapi prinsipnya dari semua ini, Kementerian Luar Negeri juga melakukan upaya-upaya maksimal," ujarnya.

Politikus Partai Golkar itu memastikan kalau seluruh PMI yang menghadapi masalah di Kamboja itu sudah dalam kondisi aman.

Pasalnya, keseluruhan dari mereka dipastikan oleh Mukhtarudin sudah dalam pengawasan dan proteksi KBRI Phnom Penh.

"Kementerian Luar Negeri memastikan bahwa seluruh 110 warga negara Indonesia yang terlibat dalam peristiwa di kota Khe Provinsi Kandal, Kamboja saat ini dalam kondisi aman dan telah berada di bawah pengawasan otoritas Kamboja serta pendampingan langsung dari KBRI Phnom Penh jadi laporan resmi ini dari KBRI Phnom Penh," ucap Mukhtarudin.

Terhadap tindak lanjut dari persoalan ini, dia memastikan kalau seluruh WNI yang memiliki nasib buruk di Kamboja itu akan segera dipulangkan ke Tanah Air.

"Kemudian kami (Kementerian P2MI) memback up itu kerja sama dengan otoritas disana, jadi semuanya dalam proses dan kita akan pulangkan ke Indonesia, negara hadir disitu untuk melindungi mereka," kata Mukhtarudin.

"Prosedurnya seperti apa, apa namanya sumbernya dari mana itu nanti kita (selidiki) yang penting kita balik dulu, nanti kita akan telusuri perusahaan atau apa yang menyalurkan mereka, itu akan tindak segera," tandas dia.

10.000 Kasus Penipuan Online Libatkan WNI Meluas ke 10 Negara

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved