Ledakan di Jakarta Utara
Nasib Korban Ledakan SMAN 72: Ada Diamputasi Jarinya, Gendang Telinga Pecah, hingga Cangkok Kulit
Beberapa kondisi korban ledakan SMAN 72 terungkap di mana ada yang harus diamputasi jarinya, gendang telinga pecah, hingga cangkok kulit.
"Dalam dua minggu atau golden period-nya maka peluangnya untuk berhasil lebih baik, itu yang sedang kita usahakan agar itu bisa berjalan dengan cepat," ujarnya.
Pradono mengatakan ada 11 korban yang kini masih dirawat di RSIJ Cempaka Putih. Adapun mayoritas korban yang dirawat mengalami trauma pendengaran.
Dia menjelaskan, jika gendang telinga korban tidak pecah 100 persen, maka masih ada kemungkinan untuk menutup secara alamiah.
Namun, apabila seluruh gendang telinga pecah, maka bakal sulit ditangani.
"Kita ingin kerjanya secara hati-hati dan terstruktur dan sistematis nanti setelah itu rencana yang kita akan mengumpulkan para ibu-ibunya (korban) untuk bisa kita berikan informasi demi penanganan yang terarah secepatnya besok, atau selambatnya lusa," bebernya.
1 Korban Harus Cangkok Kulit Imbas Luka Bakar Parah
Pradono juga menjelaskan adanya satu korban yang harus menjalani operasi cangkok kulit imbas luka bakar parah yang diderita.
Dia menuturkan saat ini korban masih dirawat intensif di ICU RSIJ Cempaka Putih.
Adapun salah satu bagian tubuh yang akan dicangkok kulit yakni wajah.
"Kondisinya saat ini sudah bisa merespons dan sedang dilakukan tindakan-tindakan termasuk rencana kemungkinan dilakukan skin grafting (cangkok kulit) ya untuk luka bakar yang terjadi pada bagian muka dan bagian yang lainnya," ujarnya.
Pradono mengatakan pihaknya harus mengambil langkah medis tersebut karena kulit korban tidak bisa pulih secara keseluruhan jika penyembuhan dilakukan secara alami.
"Kondisinya saat ini sudah bisa merespons dan sedang dilakukan tindakan-tindakan termasuk rencana untuk kemungkinan dilakukan skin grafting ya untuk luka bakar yang terjadi pada bagian muka dan bagian yang lainnya," bebernya.
Ada Korban Alami Kelainan Otak
Salah satu siswa berinisial AAS turut menjadi korban ledakan di mana sampai berakibat dirinya mengalami kelainan otak.
Orang tua AAS, Ugi, menjelaskan anaknya telah menjalani operasi untuk kedua kalinya dan kini telah dalam kondisi terus membaik.
"Terus, yang ada operasi ketiga katanya, operasi kepala itu. Dilihatin saya itu, ada kelainan di dekat batang otak katanya," ujar Ugi, Senin, (10/11/2025), dikutip dari Warta Kota.
Baca juga: Soal Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Jusuf Kalla: Anak-anak Jangan Main Bully
Menurutnya, pada saat terjadi ledakan, posisi anaknya sangat dekat dengan bom karena terluka parah di bagian kirinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/TKP-Ledakan-di-SMA-Negeri-72-Jakarta_20251107_191412.jpg)