Kaleidoskop 2025
Tren 2025: Teroris Gaet Anak-anak di Game Online dan Medsos, Begini Cara Mereka Bekerja
Sepanjang tahun 2025 sebanyak 112 anak di 26 provinsi terpapar paham radikalisme dari media sosial dan game online.
Makrosistem tersebut, kata dia, tidak bisa optimal apabila tidak ada peran serta dari pihak-pihak di mikrosistem.
Karena itu, ia mengajak para orang tua untuk turut serta bisa merengkuh anak-anaknya dan meningkatkan literasi digital terhadap anak-anak.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dari bahaya-bahaya yang mungkin muncul melalui dunia digital.
"Mereka harus punya kedekatan juga bagaimana membangun sebuah relasi emosional agar anak-anak ini berani menolak dan tahu," ucapnya.
"Waspada bahwa 'Oh, ini saya kok diajak seperti ini nih dalam bahaya', berani untuk menceritakan kepada orang tua. Nah, di sini tentunya peran orang tua sangat besar," ucapnya.
Alami Perundungan
Kepala BNPT Eddy Hartono mengungkapkan kondisi lain yang dialami anak-anak yang rentan terpapar radikalisme di media sosial.
Kondisi tersebut, kata dia, adalah perundungan.
Anak-anak itu, ujarnya, mengalami trauma secara emosional.
"Mereka mengalami trauma secara emosional ya, ada dari bullying, juga dari broken home kan. Nah, dari sinilah mereka gampang terpapar," lanjutnya.
"Nah, ini yang terus kami jadi PR ke depan bahwa anak-anak ini tetap menjadi perhatian kami untuk dilakukan upaya rehabilitasi," pungkas dia.
Penulis: Gita/Hasan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-streamer-game-online-ok_.jpg)