Rekor 5 Tahun Pecah, Ekspor Ekonomi Kreatif Tembus 26 Miliar Dolar AS, Daerah Jadi Kunci
Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja kabinet dalam retret awal tahun 2026 di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang.
Ringkasan Berita:
- Dalam retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Presiden Prabowo memuji kinerja sektor ekonomi kreatif yang menunjukkan hasil nyata dan menjadi pilar kemandirian bangsa di tahun 2025.
- Sektor ekraf berhasil menyerap 27,4 juta tenaga kerja, di mana lebih dari 50 persen pelakunya berusia di bawah 40 tahun.
- Menteri Ekraf Teuku Riefky menegaskan bahwa motor pertumbuhan kini bergeser ke daerah, termasuk melalui program pemulihan ekonomi dan psikososial bagi pegiat ekraf di wilayah pascabencana.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja kabinet dalam retret awal tahun 2026 di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang.
Di tengah evaluasi capaian 2025, sektor ekonomi kreatif muncul sebagai primadona dengan angka pertumbuhan yang melampaui rata-rata nasional.
“Saya mengapresiasi kerja keras saudara sekalian dengan fakta lapangan (facts on the ground) yang terukur dan bisa dilihat langsung. Indonesia harus mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri,” tegas Presiden Prabowo di hadapan jajaran Kabinet Merah Putih, Selasa (6/1).
Nadi Ekonomi dari Desa ke Kota
Merespons arahan Presiden, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky, menegaskan bahwa kekuatan ekonomi baru Indonesia kini tidak lagi hanya terpusat di Jakarta.
Berdasarkan pantauan selama libur Nataru di Banten hingga Yogyakarta, denyut konsumsi produk kreatif lokal justru paling kencang terasa di daerah.
"Ekonomi kreatif terbukti menjadi kontributor nyata bagi ekonomi nasional. Pertumbuhannya menunjukkan bahwa potensi terbesar Indonesia justru tumbuh dari daerah-daerah," ujar Riefky.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 memperkuat klaim tersebut.
Sektor ekraf berhasil menyerap 27,4 juta tenaga kerja, melampaui target tahunan.
Menariknya, lebih dari separuh motor penggerak sektor ini adalah anak muda di bawah usia 40 tahun.
Bukan sekadar angka, Kementerian Ekraf juga fokus pada misi kemanusiaan melalui pemulihan ekonomi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pascabencana.
Upaya ini dilakukan secara holistik melalui pendekatan psikososial dan peningkatan skill.
Berbagai program digulirkan untuk membangkitkan harapan pelaku usaha lokal, di antaranya:
- Residensi Kreatif & Akselerasi Kriya: Fokus pada sulam, anyam, dan batik.
- Workshop Profesional: Pelatihan masak bersama master chef hingga desain kemasan produk.
- Terapi Seni: Kegiatan melukis bagi anak-anak untuk pemulihan psikologis berbasis seni.
"Pemulihan ekraf bukan cuma soal membangun kembali produksi, tapi mengembalikan harapan dan daya saing pelakunya agar bisa mandiri lagi," tambah Riefky.
Baca juga: Pemerintah Perkuat Sektor Ekonomi Kreatif jadi Energi Baru Penggerak Ekonomi Nasional
Rekor Ekspor Tertinggi dalam 5 Tahun
Tahun 2025 menjadi tahun "panen" bagi sektor ekraf.
Hingga Oktober 2025, nilai ekspor ekonomi kreatif menembus 26,68 miliar dolar AS, menyumbang hampir 12 persen dari total ekspor nonmigas nasional.
Angka ini merupakan rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Sektor investasi pun tak kalah mentereng.
Realisasi investasi ekraf hingga Triwulan III 2025 mencapai Rp 132,04 triliun, atau 107 persen dari target yang ditetapkan dalam RPJMN.
Dengan fondasi kuat ini, Kemenekraf optimistis menjadikan ekonomi kreatif sebagai pilar utama ketahanan ekonomi nasional di tahun 2026.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Prabowo-Subianto-menggelar-retret-Kabinet.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.