Iran Vs Amerika Memanas
5 Dampak Perang di Timur Tengah Menurut Sekjen Gelora Mahfuz Sidik
Mahfuz secara tegas menyebut bahwa eskalasi yang terjadi saat ini di Timur Tengah sudah masuk dalam kategori perang secara nyata.
Ketiga, Potensi Perluasan Agresi Militer Israel
Mahfuz menyoroti sikap Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu yang secara terbuka menafikan konsep solusi dua negara dan terus menyuarakan ambisi Zionis mewujudkan 'Israel Raya'.
"Kehancuran Iran sebagai kekuatan terakhir poros perlawanan terhadap Israel akan memuluskan ambisi Israel Raya. Artinya wilayah negara Libanon, Suriah, Irak, Jordania, Mesir dan Saudi Arabia akan menjadi sasaran agresi militer lanjutan pihak Israel," urainya.
Keempat, Ancaman Krisis Ekonomi Dunia
Perang yang berlarut dipastikan akan memblokir jalur pelayaran energi dunia yang melewati Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandab. Padahal, Selat Hormuz mencakup 20-30 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia.
Sementara Selat Bab el-Mandab di Laut Merah mencakup 12 persen pasokan minyak dan 10-15 persen perdagangan maritim global.
Terganggunya rantai pasok ini pada gilirannya akan memicu krisis ekonomi dunia.
Kelima, Terciptanya Perang Asimetris Baru
Dampak terakhir yang paling diwaspadai adalah munculnya medan perang baru yang tak terukur.
"Iran dengan jaringan proksi dan penganut syiah yang tersebar di banyak negara dapat dikelola sebagai instrumen perang asimetris baru, untuk melawan kepentingan Israel dan Amerika Serikat di manapun," tandas Mahfuz.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Potret-Pemimpin-Tertinggi-Iran-Ayatullah-Ali-Khamenei-di-kediaman-Dubes-Iran-di-Menteng-Jakarta.jpg)