Hari Buruh
Prabowo Bakal Hadiri May Day 2026 di Monas dan Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk
Momen langka! Presiden Prabowo hadir di May Day 2026 & resmikan Museum Marsinah. Pertama sejak era Bung Karno. Simak agenda sejarah ini!
Ringkasan Berita:
- Momen Bersejarah: Presiden Prabowo dipastikan hadir di May Day 2026, peristiwa pertama sejak era Bung Karno.
- Kado untuk Buruh: Simbol perjuangan Marsinah diabadikan dalam museum yang akan diresmikan langsung oleh Presiden.
- Sorotan Dunia: Pimpinan buruh dari lima negara besar siap banjiri Jakarta pada 1 Mei mendatang.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri puncak peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Silang Monas sekaligus meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, sebagai bentuk komitmen nyata terhadap sejarah dan kesejahteraan pekerja.
Kepastian kehadiran kepala negara ini terungkap usai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, melakukan pertemuan intensif dengan Presiden Prabowo selama hampir dua jam di Jakarta.
Langkah ini menjadi catatan sejarah baru bagi gerakan buruh di Tanah Air.
"Satu hal kabar bahagia adalah Presiden Prabowo akan menghadiri May Day 2026. Beliau merupakan presiden pertama setelah Bung Karno yang bersedia datang ke perayaan May Day," ungkap Andi Gani dalam acara silaturahmi sekaligus buka puasa bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di PT NOK Indonesia, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (6/3/2026).
Simbol Perjuangan di Museum Marsinah
Sehari setelah puncak May Day, tepatnya pada 2 Mei 2026, Presiden dijadwalkan bertolak ke Nganjuk untuk meresmikan Museum Marsinah.
Keberadaan museum ini dipandang sebagai pengakuan negara terhadap sejarah panjang perjuangan hak-hak buruh yang dipelopori oleh sosok Marsinah.
Selain itu, perhatian pemerintah diperkuat dengan rencana peresmian Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) KSPSI di Purwakarta pada Juni mendatang.
Andi Gani menilai rentetan agenda ini membuktikan besarnya atensi Presiden terhadap stabilitas dunia ketenagakerjaan.
Baca juga: Bahlil Sebut Stok BBM Indonesia Masih Aman, Imbau Warga Tak Panic Buying Akibat Konflik Timur Tengah
Bahas Upah dan Skala Internasional
Dalam pertemuan tertutup tersebut, Presiden Prabowo juga melakukan diskusi mendalam mengenai isu pengupahan dan kondisi riil pekerja di lapangan.
Pihak serikat pekerja mengapresiasi keaktifan Presiden yang sudah membedah persoalan perburuhan jauh hari sebelum momentum 1 Mei tiba.
"Bayangkan, dua bulan menjelang May Day beliau bertanya bagaimana situasi perburuhan, ketenagakerjaan, hingga pengupahan. Ini merupakan komitmen yang luar biasa," tambah Andi Gani.
Perayaan tahun ini juga dipastikan akan menyedot perhatian global.
Pimpinan serikat pekerja dunia dari lima negara besar dijadwalkan akan bergabung merayakan May Day di Jakarta.
Hal ini menempatkan Indonesia sebagai panggung diplomasi perburuhan internasional yang sangat diperhitungkan.
Sinergi Keamanan dan Kondusivitas
Menjelang agenda besar tersebut, sinergi buruh dan Polri terus diperkuat melalui Desk Ketenagakerjaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Prabowo-Hadiri-Peringatan-Hari-Buruh-di-Monas_20250501_140218.jpg)