Polemik Saiful Mujani
Wacana Menjatuhkan Pemerintah Disorot, Stabilitas Nasional Jadi Perhatian
Wacana ajakan menjatuhkan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan di tengah dinamika politik nasional.
Ringkasan Berita:
- Pernyataan Saiful Mujani yang dinilai mengajak menjatuhkan Prabowo Subianto menjadi sorotan dan menuai kekhawatiran soal stabilitas politik nasional.
- FKPPI dan Putra Putri TNI-Polri menegaskan pergantian kepemimpinan harus lewat mekanisme konstitusional, serta mengkritik narasi provokatif.
- Saiful Mujani menegaskan ucapannya adalah bentuk “political engagement” yang dilindungi konstitusi, bukan makar, karena tidak disertai tindakan nyata untuk menggulingkan pemerintah.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wacana ajakan menjatuhkan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan di tengah dinamika politik nasional.
Sejumlah pihak mengingatkan pentingnya menjaga etika demokrasi dan stabilitas nasional, terutama di tengah ketidakpastian global yang kian meningkat.
Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri DKI Jakarta menegaskan, pemerintahan saat ini merupakan hasil proses demokrasi yang sah dan harus dihormati.
“Segala upaya untuk mengganti kepemimpinan nasional wajib mengikuti mekanisme konstitusional yang telah diatur dalam undang-undang,” kata Ketua FKPPI DKI Jakarta Bambang Dirgantoro, dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).
Bambang juga menyoroti penggunaan diksi yang dinilai provokatif dalam ruang publik, khususnya terkait narasi “menjatuhkan” pemerintah di luar jalur formal.
Menurutnya, hal tersebut berpotensi memicu instabilitas politik.
“Meskipun kebebasan berpendapat dijamin oleh Undang-Undang, kami sangat menyayangkan penggunaan diksi ‘menjatuhkan’ di luar jalur formal oleh seorang tokoh intelektual. Narasi tersebut berpotensi memicu kegaduhan dan mengganggu stabilitas politik nasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bambang menekankan bahwa stabilitas nasional menjadi faktor krusial di tengah dinamika global yang tidak menentu, baik dari sisi politik, keamanan, maupun ekonomi.
“Di tengah situasi politik, keamanan, dan ekonomi global yang dinamis, stabilitas politik dan keamanan dalam negeri adalah modal utama pembangunan. Segala bentuk narasi yang berpotensi menciptakan kegaduhan yang tidak produktif harus dihindari, agar energi bangsa tidak habis untuk konflik internal, melainkan fokus pada penguatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.
Jagat media sosial tengah dihebohkan oleh beredarnya video ceramah Saiful Mujani yang diunggah oleh akun Instagram @leveenia.
Dalam video tersebut, muncul narasi yang dinilai sebagai ajakan untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto sebelum masa jabatannya berakhir pada 2029.
Dalam video itu, Saiful menyebut prosedur formal seperti pemakzulan oleh DPR tidak akan efektif menghadapi Prabowo.
"Alternatifnya bukan prosedur formal impoeachment itu. Itu tidak akan jalan. Yang jalan hanya ini, bisa nggak kita mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo, hanya itu,” ucap Saiful.
"Kalau nasihati Prabowo tidak bisa juga. bisanya hanya bisa dijatuhkan. Itulah menyelamatkan tapi bukan menyelamatkan Prabowo tapi menyelamatkan diri kita dan bangsa ini," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Bambang-Dirgantoro.jpg)