Kamis, 11 Juni 2026

Harga BBM Naik

Kata Ekonom soal Masih Perlu atau Tidaknya Program MBG usai Harga Pertamax Naik

Program MBG yang memakan anggaran besar menjadi sorotan setelah kenaikan harga Pertamax. Masih perlukah program ini dijalankan? Ini kata ekonom.

Tayang:

Dia menganggap MBG dan KDMP masuk dalam kategori program tak mendesak tersebut.

"Saya tidak mengatakan programnya dihentikan total, tetapi skalanya harus dikurangi drastis jika pemerintah memang serius ingin mengatasi krisis ini," tuturnya.

MBG Dialihkan ke Keluarga, Diberikan dalam Uang Tunai

Sementara, pandangan berbeda disampaikan oleh ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Aviliani terkait program MBG.

Dia mengatakan adanya perubahan target penerima MBG usai adanya kenaikan harga Pertamax yakni dialihkan ke keluarga.

Menurutnya, langkah tersebut bisa memperbaiki perekonomian masyarakat.

Namun, Aviliani meminta jika cara tersebut dilakukan, maka pemerintah pusat perlu untuk melibatkan pemerintah daerah untuk mendata masyarakat yang dianggap perlu menerima bantuan tersebut.

"Menurut saya, kurang pelibatan pemerintah daerah karena mereka yang paling tahu masyarakat yang kondisinya perlu bantuan. Mungkin misalnya program MBG, diberikan kepada keluarga. Itu kan bisa memecahkan masalah."

"Itu memang standarnya harus ada. Tapi itu kan juga bisa membantu kehidupan masyarakat," katanya kepada Tribunnews.com, Rabu.

Baca juga: Harga Pertamax Naik, Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto: Pemerintah Tak Bisa Lagi Bilang Baik-baik Saja

Aviliani mengatakan mekanisme pengalihan MBG terhadap keluarga juga perlu diubah jika usulannya tersebut dilaksanakan pemerintah.

Di mana nantinya, penerima MBG tidak lagi dalam bentuk makanan tetapi uang tunai.

Kendati demikian, Aviliani menegaskan upaya tersebut bukan langkah jangka panjang yang bisa diambil pemerintah, tetapi perlu dilakukan selama kondisi ekonomi yang tidak menentu seperti saat ini.

"Jadi merubah program MBG menjadi diberikan dalam uang tunai. Mungkin untuk beberapa saat sampai ekonomi membaik," katanya.

Anggaran MBG Tahun 2026

MENU MBG - Siswa SMP N 1 Tamansari, Kabupaten Bogor sedang menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (16/12/2025). Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan, siswa-siswa sekolah yang berada di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) akan menerima Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan bentuk bahan makan kering atau panganan yang tidak memerlukan pengolahan kompleks.
MENU MBG - Siswa SMP N 1 Tamansari, Kabupaten Bogor sedang menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (16/12/2025). Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan, siswa-siswa sekolah yang berada di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) akan menerima Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan bentuk bahan makan kering atau panganan yang tidak memerlukan pengolahan kompleks. (Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini)

Dikutip dari laman Badan Gizi Nasional (BGN), anggaran untuk program MBG pada tahun 2026 sebesar Rp268 triliun.

Hal ini disampaikan mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana. Dadan tak lagi menjadi Kepala BGN setelah ditangkap buntut kasus dugaan korupsi tata kelola MBG.

Adapun pernyataan Dadan ini membantah isu anggaran BGN mencapai Rp335 triliun.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved