IPA Goes to Campus: Dorong Peran Generasi Muda dalam Pengembangan Energi Nasional
Kegiatan ini menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjawab tantangan transisi energi
Ringkasan Berita:
- Kolaborasi akademisi dan industri menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia dan energi yang kompeten
- Kegiatan ini menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjawab tantangan transisi energi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesian Petroleum Association (IPA) memperkuat kolaborasi dengan dunia akademik melalui program IPA Goes to Campus di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta dalam rangka penyelenggaraan IPA Convention & Exhibition (IPA Convex) 2026 mendatang.
Kegiatan ini menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjawab tantangan transisi energi sekaligus mendukung optimalisasi sektor hulu migas untuk ketahanan energi Indonesia.
Direktur Eksekutif IPA, Marjolijn Wajong, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan partisipasi universitas dalam berbagai program ini selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya, kolaborasi akademisi dan industri menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia dan energi yang kompeten dan siap menghadapi dinamika global.
“Atas nama Dewan Direksi IPA dan Panitia IPA Convex 2026, kami berterima kasih atas partisipasi UGM. Kehadiran kami melalui program IPA Goes to Campus merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri energi,” ujar Marjolijn di UGM, Yogyakarta, Jumat (13/2/2026).
Baca juga: Rincian Prodi Transmigrasi Patriot: Mahasiswa 7 Kampus Top Bakal Kuliah di Rempang, Mamuju & Merauke
Ia menambahkan, IPA Convex 2026 yang akan dilaksanakan pada 20–22 Mei 2026 di ICE BSD Tangerang, menandai penyelenggaraan ke-50 dengan tema “50 Years of Energy Partnership: Shaping the Next Era for Advancing Growth.”
Dalam sesi berbagi pengetahuan, Wakil Ketua Komite Gas & LNG, Diwya Satwika Paramartha, menyoroti peran strategis gas bumi sebagai jembatan dalam transisi energi. Berdasarkan proyeksi global, kebutuhan gas bumi diperkirakan terus meningkat pada dekade mendatang karena memiliki intensitas emisi yang lebih rendah dibandingkan dengan batubara dan minyak bumi.
“Indonesia masih memiliki potensi gas bumi yang sangat besar, dan sejumlah temuan lapangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir adalah gas bumi. Pengembangan sektor ini membutuhkan kolaborasi multidisiplin dan keterlibatan generasi muda,” jelas Diwya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ipa-kampus111.jpg)