Tanpa APBN, Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk Jatim Mulai Dibangun
Andi Gani mengungkapkan, keputusan pembangunan tersebut diambil setelah melalui proses diskusi dan kesepakatan dengan pihak keluarga Marsinah.
Ringkasan Berita:
- KSPSI bersama Kapolri memulai pembangunan Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk.
- Pembangunan dibiayai penuh Yayasan KSPSI tanpa APBN maupun APBD.
- Museum ditargetkan rampung sebelum May Day 2026 dan menjadi pusat edukasi buruh serta penggerak UMKM.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengatakan, pembangunan Museum dan Rumah Singgah Pahlawan Nasional Ibu Marsinah diinisiasi langsung dirinya dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.
Hal itu disampaikan Andi Gani saat prosesi peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan Museum Marsinah dan Rumah Singgah Marsinah bersama Kapolri di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (27/12/2025).
Andi Gani mengungkapkan, keputusan pembangunan tersebut diambil setelah melalui proses diskusi dan kesepakatan dengan pihak keluarga Marsinah.
Baca juga: Marsinah Dapat Gelar Pahlawan Nasional, KSPSI: Perjuangannya Mulia
Tujuannya sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan dan nilai-nilai yang diwariskan almarhumah bagi kaum buruh Indonesia.
Andi Gani menegaskan, pembangunan Museum dan Rumah Singgah Marsinah tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Pembangunan ini murni merupakan bentuk kepedulian dan komitmen gerakan buruh. Seluruh pembiayaan berasal dari Yayasan Pendidikan dan Pelatihan Pekerja Indonesia yang dimiliki oleh KSPSI, tanpa menggunakan dana negara," tegas Andi Gani.
Ia menambahkan, keberadaan museum dan rumah singgah tersebut diharapkan dapat menjadi ruang edukasi bagi generasi muda. Khususnya kaum pekerja, untuk memahami sejarah perjuangan buruh serta nilai keadilan dan kemanusiaan yang diperjuangkan oleh Marsinah.
"Ini bukan sekadar bangunan, tetapi simbol perjuangan, pengingat sejarah, dan tempat belajar tentang keberanian serta pengorbanan seorang buruh perempuan demi keadilan," katanya.
Adapun, pembangunan Museum dan Rumah Singgah Ibu Marsinah ditargetkan selesai sebelum perayaan May Day 2026.
Baca juga: “Saya Undang Anda Ziarah ke Makam Marsinah di Nganjuk”: Permintaan Kakak ke Kapolri
Andi Gani berharap Presiden Prabowo Subianto berkenan meresmikan Museum dan Rumah Singgah Ibu Marsinah.
"Saat bertemu langsung dengan Bapak Presiden, saya telah menyampaikan permohonan tersebut secara langsung," ungkapnya.
Sementara, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, keberadaan museum ini diharapkan menjadi ruang edukasi sekaligus pengingat nilai perjuangan Marsinah bagi generasi buruh.
"Mengawal dan memperjuangkan hak buruh. Namun saya selalu sampaikan laksanakan dengan baik, terukur sehingga pesannya sampai, hak-hak buruh tetap bisa diperhatikan. Di sisi lain, pembangunan, iklim investasi, pertumbuhan ekonomi semuanya tetap kondusif. Karena kita semua ingin bahwa semua tetap terjaga," ujar Sigit.
Kapolri menilai, pembangunan museum Marsinah dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran pengunjung dari berbagai daerah diharapkan mendorong tumbuhnya aktivitas UMKM di Desa Nglundo.
Baca juga: Menteri HAM Beri Nama Ruang Marsinah untuk Ruang Pelayanan HAM di Kantor Kementerian HAM
"Nanti akan ada kunjungan-kunjungan dari rekan-rekan buruh seluruh Indonesia. Tentunya ini juga akan menghidupkan UMKM, menghidupkan desa itu sendiri dan manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat yang ada di wilayah Desa Nglundo," ucap Sigit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/TOKOH-BURUH-peletakan-batu-pertama-atau-groundbreaking.jpg)