Pratama Rotan Trangsan Tembus Pasar Dunia, Berawal dari Pengrajin Rotan Rumahan
Pratama Rotan, UMKM rotan di Desa Trangsan yang menembus pasar mancanegara. UMKM ini didirkan Budi Lestari yang merupakan pengrajin rotan rumahan.
Dari sana, ia belajar banyak hal tentang industri rotan, mulai dari alat produksi, perhitungan HPP, hingga sumber bahan baku, sebelum akhirnya memilih resign.
Pratama Rotan Gencarkan Promosi Online
Sang anak, yang menjadi penerus usaha Pratama Rotan sejak 2018, awalnya sempat diminta orang tuanya untuk mengikuti seleksi CPNS dan pindah ke Madiun pada tahun 2015-2016.
Namun pada akhir 2016, ia diajak rekan ayahnya ke Bali untuk kerja sama di bidang rotan.
Enam bulan bekerja di Bali membuka wawasannya bahwa furnitur rotan memiliki pasar yang kuat di pulau itu.
Berbekal pengalaman dan tekad belajar bisnis, Pungky yang saat itu masih bekerja di Bali, mulai memanfaatkan e-commerce untuk memasarkan stok furnitur di gudang ayahnya yang sempat sepi customer.
Hasilnya terlihat ketika ada pembeli dari Bali datang ke Trangsan berkat promosi online.
Selain Instagram @rotanpratama, pada tahun 2017 Pungky membuat website pratamarotan.com, lalu pada awal 2018 kembali ke Trangsan dan membangun showroom berisi produk rotan di samping rumahnya.
"Mereka yang datang ke sini bisa duduk di kursi rotan, bisa merasa nyaman," katanya kepada Tribunnews, Jumat (13/2/2026), menjelaskan tentang showroom-nya.
Kerja keras itu berbuah manis pada 2019 saat ia mendapat buyer (pembeli) dari website tersebut.
Selain belajar secara mandiri, Pungky juga pernah mengikuti pelatihan Gapura Digital dan Google Maps dari trainer Google untuk mengembangkan Pratama Rotan.
Bangkit dari Pandemi Covid-19
Bisnis Pratama Rotan sempat lesu saat pandemi Covid-19 pada 2020, yang disusul dengan kebijakan lockdown yang berdampak pada terhambatnya proses produksi furnitur rotan.
Pada awal pandemi, Pungky sempat keteteran karena ia sendiri harus terjun dalam proses produksi.
"Pas (awal) Covid-19 itu saya sakit tipes sampai dua kali. Saya di rumah sakit saat itu masih mikirin kerjaan. Pagi-pagi itu saya dapat (pesan) WA (WhatsApp), 'Mas ini belum selesai (kerjaannya)'," katanya sambil tertawa.
Pungky mengatakan masa sulit saat pandemi membuat para pemasok beralih ke internet untuk memenuhi pesanan.
"Sepi, tapi permintaan tetap ada. Mereka, para supplier, mencari alternatif produsen furnitur lewat website atau online karena Corona (Covid-19)," katanya ketika mengenang masa pandemi.
Ia bersyukur karena website Pratama Rotan mudah ditemukan lewat pencarian internet, dan Google Maps membantu pembeli dari Bali hingga ke Trangsan untuk menemukan usahanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PEMILIK-PRATAMA-ROTAN-34534534.jpg)