Sabtu, 9 Mei 2026

Blog Tribunners

BRICS dan Astacita Prabowo-Gibran

Dengan masuk BRICS, Indonesia akan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi hasil produksi perindustrian nasional. 

Tayang:
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Erik S
Istimewa
Ketua LIPAN RI H Harun Prayitno SE SH MH bersama Kepala BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 


Dalam konteks "memantapkan sistem pertahanan keamanan negara", dengan mendekat ke China, maka peran Indonesia melalui politik luar negeri bebas aktif-nya, yakni melaksanakan ketertiban dunia akan lebih mudah terwujud. Terutama dalam konflik di Laut China Selatan atau Laut Natuna Utara yang melibatkan 5 negara, yakni China, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina dan Vietnam. 


Indonesia sejak 1990 memang selalu memosisikan sebagai negara bukan pengklaim (non-claimant state) dalam konflik Laut  China Selatan. Namun, sejak 2016 kerap terjadi insiden kapal-kapal penangkap ikan asal China tanpa izin masuk ke Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI). Di titik inilah Indonesia tak bisa diam. 


Adapun kepentingan nasional Indonesia di kawasan Laut China Selatan antara lain mempertahankan kedaulatan wilayah, hak berdaulat untuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi sumber daya alam, dan menjaga stabilitas regional di Laut China Selatan atau Laut Natuna Utara. 


Sejauh ini terdapat tiga respons Indonesia dalam menanggapi ancaman China di Laut China Selatan, yakni melakukan diplomasi pertahanan dengan Australia, Jepang dan AS, serta melakukan peningkatan kekuatan dengan memperkuat postur TNI AL dan TNI AU serta mendirikan Pangkalan Militer di Kepulauan Natuna.


Sisi Ekonomi


Itu di sisi pertahanan dan keamanan. Di sisi ekonomi, bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS juga banyak manfaat atau keuntungannya, terutama untuk mewujudkan butir kedua Astacita Prabowo-Gibran, yakni "mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau dan ekonomi biru."


Dengan masuk BRICS, Indonesia akan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi hasil produksi perindustrian nasional. 

Baca juga: RI Resmi Jadi Anggota BRICS, Menko Airlangga Klaim Akses Dagang dan Investasi Makin Terbuka Lebar


Ada manfaat yang sangat signifikan bila sebuah negara berkembang seperti Indonesia bergabung dengan BRICS yang mewakili 45% populasi dunia, 28% output perekonomian dunia, dan 47% minyak mentah dunia. 


Apalagi dalam KTT terbaru atau tahun 2024 di Rusia, BRICS telah menetapkan 12 negara mitra, yakni Aljazair, Belarus, Bolivia, Kuba, Kazakhstan, Malaysia, Nigeria, Thailand, Turki, Uganda, Uzbekistan dan Vietnam. Pasar Indonesia pun akan lebih luas. 


Daya tarik lain yang terkait dengan akses pasar luas adalah potensi meningkatnya perdagangan intra-BRICS. Apalagi BRICS juga mendorong penggunaan mata uang lokal (bukan dolar AS) dalam melakukan perdagangan dan transaksi keuangan di antara negara-negara anggotanya. 


Indonesia bersama BRICS berkeinginan mereformasi lembaga-lembaga pemerintahan global dan memberikan kontribusi positif terhadap kerja sama di negara-negara Selatan. 


Adapun salah satu tujuan BRICS adalah pengembangan alat pembayaran untuk memfasilitasi perdagangan antar-negara anggota. 


Mata uang BRICS akan membuat perekonomian Indonesia bertambah kuat. Nilai tukar rupiah akan lebih stabil, dan inflasi pun bisa lebih terkendali. Indonesia lebih mudah masuk ke pasar negara-negara anggota lainnya. 


Diketahui, mata uang BRICS adalah konsep mata uang bersama yang tengah direncanakan negara-negara anggota BRICS. Mata uang BRICS ini diharapkan bisa menggeser dominasi dolar AS dalam ekonomi global.


Uang kertas BRICS akan melambangkan ambisi negara-negara anggotanya untuk mencari alternatif pengganti mata uang dolar AS dalam transaksi internasional. Langkah tersebut juga menegaskan upaya BRICS untuk membangun sistem ekonomi yang lebih mandiri dan mengurangi ketergantungan pada struktur keuangan Barat.


Alhasil, bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS akan lebih banyak manfaatnya daripada mudaratnya, terutama dalam mewujudkan butir kedua Astacita Prabowo-Gibran. Semoga!

 

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved