Tribunners / Citizen Journalism
Wajah Buram Kebebasan Pers Indonesia: Dari Kepala Babi ke Kartu Pers Dicabut
Intimidasi jurnalis kian marak. Dari pencabutan kartu pers hingga ancaman nyawa, kebebasan pers dan demokrasi terancam punah.
Sebastian Salang
Penulis adalah Direktur GSRI dan Mantan Koordinator FORMAPPI
Profil Lengkap
- Sebastian Salang lahir di Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada 14 November 1970.
- Ia dikenal luas sebagai aktivis dan pengamat politik, terutama dalam isu-isu parlemen dan demokrasi.
- Mantan Koordinator FORMAPPI.
- Mantan Wasekjen DPP Golkar
- Saat ini menjadi Direktur Global Strategi Riset Indonesia (GSRI).
TRIBUNNEWS.COM - Fenomena intimidasi terhadap jurnalis di Indonesia bukan sekadar gelombang kecil. Ini adalah badai yang mengancam menenggelamkan kebebasan pers dan merenggut nyawa demokrasi yang rapuh.
Pencabutan kartu pers wartawan CNN oleh Kepala Biro Pers Istana hanyalah puncak gunung es, simbol dari kegelisahan yang jauh lebih dalam.
Kasus itu adalah bagian dari upaya sistematis membungkam suara kritis pers yang mestinya menjadi penjaga nurani bangsa.
Di bawah permukaan yang tenang, fenomena intimidasi membentang luas. Ancaman berupa pengiriman kepala babi ke wartawan Tempo adalah bentuk kebiadaban yang tidak bisa ditoleransi.
Rumah wartawan di Sumatera Utara dibakar, menyebabkan tragedi kematian yang memilukan.
Jurnalis di Kalimantan juga kehilangan nyawanya hanya karena mencari kebenaran.
Deretan kasus intimidasi jurnalis seperti ini bukan kebetulan, melainkan strategi terencana untuk menimbulkan ketakutan dan membungkam kritik.
Sikap Asal Bapak Senang
Sementara itu, di lingkaran istana, upaya menutupi fakta buruk menjadi kebiasaan.
Orang-orang di sekitar Presiden lebih sibuk menyiapkan informasi yang sekedar menyenangkan hati sang pemimpin, asal bapak senang, daripada menyajikan kenyataan yang pahit.
Fakta-fakta pahit tentang kebijakan pemerintah yang bermasalah atau program yang gagal dimanipulasi bahkan dimusnahkan sebelum sampai ke telinga Presiden.
Mereka pandai menggiring informasi, di mana kebenaran dimanipulasi demi mempertahankan citra dan kuasa.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/sebastian-salang-nih2_20150728_165215.jpg)