Sabtu, 30 Agustus 2025

Kapal Tenggelam di Selat Bali

Tim SAR Temukan Tiga Lagi Korban Tenggelam KMP Tunu Pratama Jaya 

Tim SAR Gabungan kembali menemukan tiga korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Perairan Selat Bali, Ketapang, Banyuwangi.

Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Choirul Arifin
Surya/Ahmad Zaimul Haq
JENAZAH KMP TUNU PRATAMA - Jenazah Daniar Nadhif Inzaq, korban kedelapan penumpang KMP Tunu Pratama Jaya diserahkan keluarga di kamar jenazah RSUD Blambangan, Banyuwangi usai diidentifikasi, Senin (7/7/2025). Rabu lalu Tim SAR Gabungan kembali menemukan tiga lagi korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Perairan Selat Bali, Ketapang, Banyuwangi. 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhy menyatakan, Tim SAR Gabungan kembali menemukan tiga korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Perairan Selat Bali, Ketapang, Banyuwangi.

Tiga korban tersebut meninggal dunia dan tengah diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

Menhub Dudy menyebut, berdasarkan investigasi tim gabungan area pencarian korban terus dikembangkan hingga sepanjang 10 mil dari area duga atau perkiraan tenggelamnya kapal.

"Sejauh ini seluruh tim gabungan, baik dari Basarnas, TNI?Polri, Syahbandar, KPLP, ASDP dan unsur terkait lainnya bekerja maksimal melakukan pencarian korban," kata Menhub Dudy dalam keterangan tertulis, Selasa (8/7/2025).

"Harapannya dengan area yang diperluas, korban yang ditemukan juga semakin banyak," sambungnya.

Menhub Dudy menyatakan bahwa berdasarkan laporan dari Basarnas, tim SAR juga akan melakukan deteksi bawah air dengan menurunkan Remotely Operated Vehicle (ROV) dengan memperhatikan waktu yang tepat agar dapat hasil maksimal.

Sementara penggunaan ROV ini lebih efektif dalam pencarian bangkai kapal. Namun, tim tetap harus mempertimbangkan arus dan kedalaman laut.

"Mengingat sudah beberapa haru pencarian, kemungkinan akan lebih sulit menemukan korban, sehingga saya sampaikan kepada para petugas untuk selalu berhati-hati, utamakan keselamatan diri dan perhatikan kondisi cuaca serta arus laut," jelas Dudy. 

Sebelumnya, Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) mengerahkan pasukan khusus, untuk membantu evakuasi korban tenggelamnya KM Tunu Pratama Jaya di Selat Bali.

Kepala Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI M Syafi'i mengatakan, pasukan khusus yang dikerahkan Basarnas sebanyak 10 orang. Mereka diantaranya memiliki kemampuan menyelam secara khusus.

"Iya sebenarnya itu adalah rescuer yang memiliki kemampuan untuk under water secara khusus dan itu sudah kita kirim dari Basarnas special group," kata Syafi'i di Kompleks Parlemen DPR RI, Senin (7/7/2025).

Baca juga: Jenazah Korban KMP Tunu yang Bernama Kadek Oka Tercatat dalam Daftar Manifes

Syafi'i menyebut, jumlah pasukan khusus evakuasi korban tenggelamnya kapal Tunu Pratama Jaya akan bertambah seiring dengan sinergi gabungan dari TNI dan Polri.

"Banyak sumber daya manusia yang ada di negara kita yang memiliki kemampuan entah karena hobi atau juga karena memang mereka diberikan tugas khusus, dan kita nantinya juga akan diperkuat dari TNI khususnya TNI AL," ujar dia.

Baca juga: Penantian Keluarga Korban Hilang Tenggelamnya KMP Tunu, Rela Menginap di Pelabuhan Ketapang

"Kemudian dari kepolisian yang memiliki kemampuan-kemampuan yang dibutuhkan di lapangan," sambungnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan