Kamis, 30 April 2026
DPR RI

Komisi I DPR RI Tinjau Infrastruktur Internet di NTT, Tekankan Pemerataan Akses untuk Semua

Wakil Ketua Komisi I DPR RI sekaligus Ketua Kunspek, Anton Sukartono Suratto, meninjau layanan internet di NTT Kamis (27/11/2025)

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Content Writer
Eno/Andri
PEMERATAAN INTERNET -Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono Suratto saat meninjau BTS, layanan fiber optik, dan pemanfaatan Satelit Satria-1 di Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Kamis (27/11/2025). 

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua Komisi I DPR RI yang juga Ketua Tim Kunjungan Spesifik (Kunspek), Anton Sukartono Suratto, melakukan peninjauan BTS, jaringan fiber optik, dan pemanfaatan Satelit Satria-1 di Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, pada Kamis (27/11/2025). 

Dalam kunjungan tersebut, Anton menegaskan komitmen DPR untuk memastikan seluruh wilayah Indonesia memperoleh akses internet yang memadai.

Anton menyebut pengalaman pandemi COVID-19 menjadi pelajaran penting. Masyarakat dipaksa berkomunikasi dan bekerja secara daring, namun banyak daerah justru “tersengal-sengal” karena infrastruktur internet yang lemah.

“Kadang nyala, kadang mati. Untuk loading satu video saja lama. Bagaimana masyarakat bisa belajar, bekerja, atau berusaha kalau internetnya sering putus?” ujarnya.

Ia menekankan bahwa internet kini merupakan kebutuhan dasar penunjang pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan. Anton mencontohkan banyak anak muda yang bisa menghasilkan pendapatan dari TikTok dan YouTube tanpa modal besar, sementara sebagian masyarakat di wilayah terluar masih kesulitan membuka aplikasi dasar akibat lemahnya sinyal.

Karena itu, Anton menegaskan perlunya percepatan pemerataan jaringan 4G dan penanganan cepat bagi wilayah-wilayah blank spot. Ia juga mengingatkan bahwa NTT merupakan destinasi pariwisata super prioritas, sehingga layanan internet harus optimal bagi masyarakat maupun wisatawan.

“Bayangkan, ini super prioritas. Tapi kalau masih blank spot, apa yang supernya?” tegasnya.

Ia memastikan Komisi I DPR RI akan terus mengawal peningkatan kualitas layanan telekomunikasi.

“Tidak boleh ada lagi warga negara Indonesia yang tidak merasakan nikmatnya menjadi warga negara hanya karena tidak punya akses internet. Kami kawal sampai selesai,” ujarnya.

Baca juga: Paket WiFi Internet Rakyat Rp100.000 per Bulan, Ini Cakupan Area dan Cara Daftarnya

Internet Murah

Anton menilai pemerataan internet bukan hanya soal jaringan, tetapi juga soal kesempatan. Transformasi digital memungkinkan masyarakat belajar, bekerja, dan mengakses peluang usaha hanya melalui ponsel.

“Mau belajar apa? Buka saja TikTok atau YouTube. Mau cari beasiswa Harvard, tinggal klik. Tapi kalau internetnya lambat dan mahal, bagaimana masyarakat bisa bersaing?” kata Anton.

Menurutnya, masyarakat di wilayah terluar tidak boleh semakin tertinggal akibat ketimpangan akses digital. Internet justru dapat menjadi modal besar untuk membuka usaha, mempromosikan produk lokal, hingga mendapatkan penghasilan dari konten digital.

“Sekarang kamera mahal pun tidak diperlukan. Banyak orang dapat penghasilan jutaan hanya dari HP biasa. Tapi internetnya harus stabil dulu,” jelasnya. 

Dalam kunjungan tersebut, Anton memeriksa langsung kondisi BTS, fiber optik, dan layanan Satelit Satria-1 yang melayani wilayah Manggarai Barat. Ia menegaskan bahwa laporan masyarakat tentang sinyal yang sering hilang, jaringan melemah, atau akses tidak stabil harus segera ditindaklanjuti Bakti Kominfo.

“Di sini sudah bagus, tetapi beberapa tempat masih on-off. Ini harus diperbaiki,” katanya.

Anton memastikan bahwa Komisi I DPR RI terus mendorong pemerataan akses internet hingga wilayah 3T.

“Indonesia tidak boleh lagi terbagi antara daerah maju dan tertinggal. Internet harus membawa kita menjadi terdepan, termaju, dan tersejahtera,” tegasnya.(*)

Baca juga: Dorong Pemerataan Digital, Jaringan Internet Diperluas ke Berbagai Daerah

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved