Minggu, 31 Agustus 2025

Konflik Palestina Vs Israel

Dewan Syuro Hamas Segera Bertemu Putuskan Pengganti Ismail Haniyeh, Al-Hayya Kandidat Kuat

Dewan Syuro Hamas segera bertemu membahas siapa pengganti Ismail Haniye yang tewas dirudal Israel di Iran.

Penulis: Hasanudin Aco
Ytnews
Para pemimpin Hamas Al-Arouti bersama Ismail Haniyeh dan Yahya Sinwar (kiri) 

TRIBUNNEWS.COM, IRAN - Kelompok pejuang Palestina, Hamas, memiliki sejarah penggantian pemimpin yang cepat dan lancar.

Kepemimpinan Hamas saat ini kosong setelah Ismail Haniyeh dibunuh di Teheran ibu kota Iran pada Rabu (31/7/2024) dini hari.

"Kami tidak membahas masalah ini sekarang," kata seorang pejabat Hamas kepada The Associated Press ketika ditanya siapa pengganti Ismail Haniyeh.

Haniyeh mengepalai biro politik kelompok tersebut hingga ia meninggal, posisi yang sangat penting di Hamas.

Wakil Ismail Haniyeh adalah Saleh Arouri, yang tewas dalam serangan Israel di Beirut pada bulan Januari 2024 lalu.

Baca juga: Deretan Pimpinan Hamas yang Tewas di Tangan Israel Selain Ismail Haniyeh, Ada yang Tewas Disetrum

Hingga sekarang jabatan Arouri tetap kosong sejak kematiannya.

Dewan Syura Hamas sebagai badan konsultasi utama kini diperkirakan akan segera bertemu untuk memilih pengganti Haniyeh.

Kemungkinan pertemuan itu digelar setelah pemakaman Haniyeh di Qata untuk menunjuk pengganti baru.

Keanggotaan Dewan Syuro tersebut dirahasiakan tetapi mewakili cabang-cabang regional kelompok tersebut, di Gaza, Tepi Barat , diaspora, dan mereka yang dipenjara.

Sosok Pengganti Kuat

Salah satu wakil Haniyeh yang juga menguat adalah Zaher Jabarin.

Dia digambarkan sebagai kepala eksekutif kelompok tersebut karena peran penting yang dimainkannya dalam mengelola keuangan kelompok tersebut, dan dengan itu, hubungan baiknya dengan Iran .

Namun Hani al-Masri, Pakar Organisasi Palestina, mengatakan pilihannya ada dua saat ini yang bisa menggantikan Ismail Haniyeh.

Antara Khaled Mashaal pejabat veteran Hamas dan Khalil al-Hayya tokoh kuat dalam Hamas yang dekat dengan Haniyeh.

“Ini tidak akan mudah,” kata al-Masri, yang juga mengepalai Pusat Kebijakan dan Penelitian Palestina serta Studi Strategis.

Kebijakan Baru Hamas

Pemimpin politik baru Hamas harus memutuskan apakah akan melanjutkan opsi militer dan menjadi kelompok gerilya dan bawah tanah, atau memilih pemimpin yang dapat menawarkan kompromi politik — pilihan yang tidak mungkin pada tahap ini.

Halaman
123
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan