Konflik Palestina Vs Israel
Bertemu Delegasi Kongres AS, Raja Yordania Kembali Tegaskan Tolak Pemindahan Warga Palestina
Raja Yordania Abdullah II kembali menegaskan penolakan negaranya terhadap usulan Trump untuk merelokasi warga Gaza dan Tepi Barat.
Penulis:
Farrah Putri Affifah
Editor:
Tiara Shelavie
TRIBUNNEWS.COM - Raja Yorania Abdullah II kembali menegaskan penolakan negaranya terhadap usulan Presiden AS Donald Trump untuk merelokasi warga Gaza dan Tepi Barat.
Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan di Amman dengan delegasi kongres Amerika Serikat yang dipimpin oleh Perwakilan Darrell Issa pada Kamis (20/2/2025).
Tidak hanya soal itu, dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh pengadilan kerajaan, Raja Abdullah memperingatkan eskalasi militer Israel yang terus berlangsung di Tepi Barat yang diduduki.
Ia menegaskan bahwa peningkatan ketegangan ini dapat menghambat upaya perdamaian di kawasan tersebut, dikutip dari Anadolu Anjansi.
Raja Yordania juga menekankan pentingnya intensifikasi upaya internasional untuk mencapai perdamaian yang adil dan menyeluruh berdasarkan solusi dua negara.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti peran penting Amerika Serikat dalam mendukung dan memajukan inisiatif perdamaian ini.
Selain itu, Raja Abdullah juga menyerukan agar perjanjian gencatan senjata di Gaza tetap dipertahankan.
Selama gencatan senjata, ia ingin Israel memastikan kelancaran aliran bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina yang terdampak konflik.
Membahas usulan Trump, ia menekankan bahwa prioritas utama saat ini harus difokuskan pada pembangunan kembali Gaza tanpa menggusur penduduknya.
Penolakan terhadap usulan pemindahan warga Palestina dari Gaza dan Tepi Barat bukanlah pertama kalinya yang diserukan Raja Yordania Abdullah II.
Sebelumnya, dalam kunjungannya ke Gedung Putih pada 11 Februari 2025 untuk bertemu dengan Presiden Donald Trump, ia telah menyampaikan sikap tegasnya terhadap rencana tersebut.
"Saya menekankan penolakan tegas saya terhadap pemindahan warga Palestina dari Gaza," ujar Raja Abdullah, seperti dikutip dari Al-Arabiya.
Baca juga: Mesir Sebut Donald Trump Mendukung Rencana Mereka di Gaza, Setelah Diyakinkan Raja Yordania
Ia juga menyatakan bahwa posisi ini selaras dengan sikap bersama negara-negara Arab.
Raja Yordania menegaskan bahwa pihaknya akan berfokus pada anak-anak Gaza yang harus menerima perawatan.
Yordania akan membantu dengan menerima 2.000 anak sakit dari Gaza, yang saat ini menghadapi kesulitan dalam mendapatkan perawatan medis yang memadai akibat konflik yang berkepanjangan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.