Sabtu, 30 Agustus 2025

Aktivitas Matahari yang Meningkat Menyebabkan Lebih Banyak Satelit Starlink Jatuh

Aktivitas Matahari yang semakin intensif memengaruhi satelit Bumi, khususnya yang berada di konstelasi Starlink milik SpaceX. 

Editor: Muhammad Barir
SPACE.com
Ilustrasi Starlink. 

Beberapa satelit bernilai tinggi memiliki kemampuan penyesuaian orbit otonom yang memungkinkannya mengurangi dampak aktivitas matahari. 


Namun, satelit Starlink pada dasarnya dirancang sebagai satelit berbiaya rendah, berdensitas tinggi, dan diproduksi massal dengan peluncuran yang sering, dan umumnya memiliki kontrol orbit yang lebih lemah. Dalam kondisi seperti itu, masa pakai operasional berkurang secara signifikan, kata Wang.

Mengenai dampaknya terhadap Bumi dan wahana antariksa terdekat lainnya, Wang mencatat bahwa satelit Starlink cenderung terbakar dengan cepat di atmosfer, dan tidak mungkin menjadi puing-puing antariksa jangka panjang atau menghantam permukaan Bumi. Namun, risiko terbesar muncul selama fase deorbiting. 

"Begitu satelit meninggalkan orbitnya, jalur penurunannya menjadi tidak dapat diprediksi dan dapat menimbulkan hambatan yang tidak terduga bagi wahana antariksa. Ratusan atau ribuan objek yang tidak dapat diprediksi tersebut dapat secara signifikan memengaruhi peluncuran antariksa orbit rendah lainnya," kata Wang, menekankan perlunya pemantauan lintasan satelit yang cermat sebelum peluncuran apa pun.

 


SUMBER: GLOBAL TIMES

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan