Aktivitas Matahari yang Meningkat Menyebabkan Lebih Banyak Satelit Starlink Jatuh
Aktivitas Matahari yang semakin intensif memengaruhi satelit Bumi, khususnya yang berada di konstelasi Starlink milik SpaceX.
Editor:
Muhammad Barir
Beberapa satelit bernilai tinggi memiliki kemampuan penyesuaian orbit otonom yang memungkinkannya mengurangi dampak aktivitas matahari.
Namun, satelit Starlink pada dasarnya dirancang sebagai satelit berbiaya rendah, berdensitas tinggi, dan diproduksi massal dengan peluncuran yang sering, dan umumnya memiliki kontrol orbit yang lebih lemah. Dalam kondisi seperti itu, masa pakai operasional berkurang secara signifikan, kata Wang.
Mengenai dampaknya terhadap Bumi dan wahana antariksa terdekat lainnya, Wang mencatat bahwa satelit Starlink cenderung terbakar dengan cepat di atmosfer, dan tidak mungkin menjadi puing-puing antariksa jangka panjang atau menghantam permukaan Bumi. Namun, risiko terbesar muncul selama fase deorbiting.
"Begitu satelit meninggalkan orbitnya, jalur penurunannya menjadi tidak dapat diprediksi dan dapat menimbulkan hambatan yang tidak terduga bagi wahana antariksa. Ratusan atau ribuan objek yang tidak dapat diprediksi tersebut dapat secara signifikan memengaruhi peluncuran antariksa orbit rendah lainnya," kata Wang, menekankan perlunya pemantauan lintasan satelit yang cermat sebelum peluncuran apa pun.
SUMBER: GLOBAL TIMES
Apakah Gerhana Matahari Benar Terjadi pada 2 Agustus 2025? Cek Faktanya |
![]() |
---|
Starlink Alami Gangguan Global 2,5 Jam, Elon Musk Minta Maaf, SpaceX Janji Perbaiki Akar Masalah |
![]() |
---|
Sal Priadi Dapat Royalti Rp114 Juta Dari Lagu Gala Bunga Matahari |
![]() |
---|
Bimbim Slank Tertarik Cover Lagu Gala Bunga Matahari Sal Priadi di Pestapora 2025 |
![]() |
---|
Sal Priadi Dapat Royalti Rp 114 Juta, Tekankan Pentingnya Administrai Penerbitan Lagu |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.