Minggu, 31 Agustus 2025

Konflik Iran Vs Israel

Bicara di PBB, Menlu Iran Tegaskan Israel Gagalkan Kesepakatan Nuklir dengan AS

Ia mengungkapkan, Iran semestinya bertemu dengan Utusan Khusus AS, Steve Witkoff, di Oman pada 15 Juni 2025 untuk membahas kesepakatan terkait program

IRNA
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi 

TRIBUNNEWS.COM, JENEWA - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan serangan Israel ke negaranya pada 13 Juni 2025 sebagai penyebab batalnya pertemuan diplomatik penting antara Teheran dan Amerika Serikat terkait program nuklir

Pernyataan itu ia sampaikan di hadapan Dewan HAM PBB, di Jenewa, Swiss, Jumat (20/6/2025).

Dalam pernyataannya, Araghchi menyebut serangan Israel telah merusak upaya negosiasi damai yang sedang berlangsung antara Iran dan AS.

“Kami diserang di tengah-tengah proses diplomatik yang sedang berlangsung,” ujar Araghchi.

Ia mengungkapkan, Iran semestinya bertemu dengan Utusan Khusus AS, Steve Witkoff, di Oman pada 15 Juni 2025 untuk membahas kesepakatan terkait program nuklir.

Pertemuan itu batal dua hari sebelum dijadwalkan, menyusul serangan udara Israel yang menyasar sejumlah fasilitas di Iran, termasuk infrastruktur nuklir.

“Kami seharusnya bertemu dengan orang AS pada 15 Juni untuk menyusun perjanjian yang sangat menjanjikan untuk penyelesaian damai dari masalah yang dibuat-buat atas program nuklir damai kami,” ujarnya.

Baca juga: Rudal Iran Hantam Institut Sains Israel, Pembalasan Tewasnya Ilmuwan?  

Menurut Araghchi, tindakan Israel tidak hanya menggagalkan diplomasi, tapi juga melanggar prinsip hukum internasional.

“Itu adalah pengkhianatan terhadap diplomasi dan pukulan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap fondasi hukum internasional,” tegasnya.

Israel Berdalih Serangan Cegah Bom Atom

Sebelumnya, Israel menyatakan serangan dini hari itu bertujuan menghentikan Iran mengembangkan senjata nuklir. Target utama disebut merupakan fasilitas nuklir strategis.

Namun, Araghchi mengecam tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk agresi militer yang melanggar hukum internasional.

“Serangan terhadap fasilitas nuklir adalah kejahatan perang yang serius,” katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan