Konflik Iran Vs Israel
10 Sistem Pertahanan Udara Terbaik di Dunia, Sistem Apa yang Dimiliki Indonesia?
Inilah 10 sistem pertahanan udara terbaik di dunia, sistem apa yang dimiliki Indonesia?
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
NASAMS (Norwegian Advanced Surface to Air Missile System) adalah sistem pertahanan udara terintegrasi yang menggunakan rudal sebagai senjata utama untuk menghancurkan sasaran di udara. Sistem ini didukung oleh radar dan pos komando (Command Post) yang berfungsi untuk mendeteksi, mengidentifikasi, dan mengeksekusi target.
Kemampuan NASAMS mencakup eliminasi terhadap berbagai ancaman udara, termasuk rudal jelajah (cruise missile), rudal udara-ke-darat, pesawat tempur dan pembom tempur, wahana udara tak berawak (unmanned aerial vehicle), serta helikopter.

Kemampuan ini telah terbukti dan teruji di berbagai medan pertempuran dan digunakan oleh banyak negara di seluruh dunia.
NASAMS dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap aset-aset penting dan objek vital bernilai strategis dari serangan udara.
Sistem ini juga dilengkapi dengan kemampuan mendeteksi, mengidentifikasi, dan melacak target, serta mendeteksi keberadaan jammer yang dapat mengganggu operasi sistem NASAMS.
Baca juga: Mengenal Iron Dome Versi Indonesia, Sistem Pertahanan Udara NASAMS di Bawah Kendali TNI AU
Secara umum, NASAMS terdiri dari beberapa komponen utama: radar, peluncur rudal, pos komando, dan sistem komunikasi pendukung.
NASAMS diproduksi oleh Kongsberg Gruppen, perusahaan teknologi pertahanan internasional yang berbasis di Norwegia.
Pada Oktober 2017, Kongsberg dan Kementerian Pertahanan Indonesia menyepakati kerja sama pengadaan sistem NASAMS.
Hal ini dikonfirmasi melalui artikel resmi yang dipublikasikan di situs Kongsberg.
"Kami sangat senang bahwa Indonesia, sebagai negara pertama di kawasannya, memilih NASAMS untuk pertahanan dalam negerinya. Evolusi teknis yang berkelanjutan dan bertambahnya negara pengguna menegaskan bahwa NASAMS adalah sistem pertahanan udara paling modern dan canggih di dunia," ujar Eirik Lie, Presiden Kongsberg Defence & Aerospace saat itu.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.