Minggu, 31 Agustus 2025

Konflik Iran Vs Israel

Iran Bergerak Menutup Selat Hormuz, Siap-siap Harga Minyak Meroket dan Perang Makin Besar

Kemungkinan penutupan Selat Hormuz akan menimbulkan ancaman besar bagi pasar energi global dan dapat memicu respons internasional yang lebih luas.

RNTV/TangkapLayar
JALUR VITAL - Pemandangan udara Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan dunia. Iran dilaporkan bergerak untuk menutup jalur ini sebagai langkah balasan atas serangan Amerika Serikat ke fasilitas nuklir mereka, Minggu (22//6/2025). 

Iran Bergerak Menutup Selat Hormuz, Siap-siap Harga Minyak Meroket dan Perang Makin Besar

TRIBUNNEWS.COM - Media pemerintah Iran pada Minggu (22/6/2025) mengumumkan kalau parlemen Iran telah menyetujui mosi untuk menutup Selat Hormuz yang strategis.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pengiriman minyak paling vital di dunia.

Niat Iran menutup wilayah perairan dunia ini sebagai balasan atas serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap beberapa lokasi nuklir di Iran.

Baca juga: Blunder AS, Serangan ke Iran Terjadi Saat Pertahanan Israel Kritis: Cuma Bisa Cegat 65 Persen Rudal

Keputusan tersebut kini menunggu persetujuan akhir dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.

Langkah ini menandai peningkatan ketegangan regional yang dramatis menyusul fase terakhir konfrontasi langsung antara Iran dan Israel, yang telah meningkat sejak 13 Juni.

Apa yang dimulai sebagai serangkaian serangan udara dengan cepat berkembang menjadi eskalasi militer besar-besaran yang melibatkan Amerika Serikat.

JALUR VITAL - Pemandangan udara Selat Hormuz
JALUR VITAL - Pemandangan udara Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan dunia. Iran dilaporkan bergerak untuk menutup jalur ini sebagai langkah balasan atas serangan Amerika Serikat ke fasilitas nuklir mereka, Minggu (22//6/2025).

  
Apa itu Selat Hormuz?

Selat Hormuz merupakan salah satu titik rawan maritim paling penting di dunia, yang berfungsi sebagai pintu gerbang utama ekspor minyak dari kawasan Teluk. Terletak di antara Iran di utara dan Oman serta UEA di selatan, jalur air sempit ini menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. 

Sekitar 20 persen pasokan minyak global, lebih dari 17 juta barel per hari, melewati selat strategis ini, sehingga sangat penting bagi pasar energi internasional.

Iran sering menggunakan Selat Hormuz sebagai pengaruh dalam konfrontasi geopolitik, mengancam akan memblokir atau mengganggu pengiriman sebagai respons terhadap sanksi atau tindakan militer.

Selat ini telah mengalami banyak insiden selama bertahun-tahun, termasuk penyitaan kapal tanker, pertikaian angkatan laut, dan aktivitas pesawat nirawak.

Apa dampak dari langkah Iran ini?

"Penutupan atau bahkan gangguan sebagian pada selat ini akan berdampak buruk pada ekonomi global, yang kemungkinan memicu lonjakan harga minyak dan meningkatkan risiko eskalasi militer yang lebih luas," tulis ulasan RNTV, Minggu.

Amerika Serikat Ikut Perang

Sebelumnya pada hari Minggu, Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa pasukan Amerika melakukan apa yang ia gambarkan sebagai "serangan yang sangat berhasil" terhadap tiga fasilitas nuklir Iran: Fordo, Natanz, dan Isfahan.

Dalam sebuah posting di platform Truth Social miliknya, Presiden Trump mengungkapkan bahwa "sejumlah penuh BOM" telah dijatuhkan di lokasi bawah tanah Fordo, salah satu fasilitas nuklir Iran yang paling dijaga ketat.

Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan