Konflik Iran Vs Israel
AS Putuskan Bantu Zionis, Menlu Iran Akan Temui Vladimir Putin di Rusia
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi berencana mengunjungi Moskow, untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Penulis:
Danang Triatmojo
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi berencana mengunjungi Moskow, untuk bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, pasca serangan Amerika Serikat (AS) yang menjatuhkan bom penghancur bunker pada 3 situs pengayaan nuklir Iran.
Araghchi menyampaikan rencana ini saat berada di Istanbul, Turki.
Dikutip dari kantor berita Mehr, Araghchi mau berkonsultasi secara serius dengan Putin.
Kunjungan ini terjadi di tengah agresi Israel dan AS di tanah Iran.
Kunjungan ini juga memunculkan spekulasi apakah Iran akan mengajak sekutunya itu untuk sama-sama menyerang AS dan Israel.
Negara Sekutu Iran Siap Pasok Hulu Ledak Nuklir Buat Teheran
Sebelumnya mantan Presiden Rusia yang juga Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev menyebut negara-negara sekutu Iran siap secara langsung memasok hulu ledak nuklir mereka sendiri untuk Teheran.
Pernyataan ini ia sampaikan untuk menanggapi serangan Amerika Serikat (AS) yang dikomandoi Presiden Donald Trump atas pengeboman 3 situs pengayaan nuklir Iran, di Fordow, Natanz dan Isfahan pada Sabtu (21/6/2025).
Menurutnya keputusan Trump bergabung dengan Israel membombardir situs nuklir Iran adalah kesalahan yang mendorong AS menuju jurang peperangan lainnya.
“Sejumlah negara siap untuk memasok Iran secara langsung dengan hulu ledak nuklir mereka sendiri,” kata Medvedev dikutip dari Newsweek, Senin (23/6/2025).
Orang dekat Presiden Rusia Vladimir Putin ini juga menuduh AS sudah terlibat terlalu jauh dan secara signifikan telah meluaskan konflik antara Israel dan Iran.
Baca juga: BREAKING NEWS Israel Dikabarkan Serang Infrastruktur Militer Iran di Tehran dan Wilayah Barat
“AS sekarang terjerat dalam konflik baru, dengan prospek operasi darat yang menjulang di cakrawala,” katanya.
Serangan AS ini juga membuat para pemimpin Iran bereaksi. Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam pernyataan terbarunya melontarkan sinyal bahwa Teheran akan melakukan serangan balasan kepada AS, sekutu Israel.
Ia menegaskan AS harus menanggung konsekuensi atas serangannya terhadap fasilitas nuklir milik Teheran. Dirinya juga menyebut bayaran dari serangan AS adalah konsekuensi yang harus ditanggung permanen.
“AS harus menerima tanggapan terhadap agresi mereka,” katanya. (*)
Konflik Iran Vs Israel
Israel dan Iran Jauh dari Kata Damai, Perang Bayangan Sengit Intelijen hingga Serangan Siber |
---|
Mossad Israel Sukses Rekrut 'Orang Dalam' Nuklir Iran, Teheran Eksekusi Gantung Rouzbeh Vadi |
---|
Iran Bentuk Badan Baru di Era Perang Lawan Israel: Apa Itu Dewan Pertahanan Nasional? |
---|
Termasuk Alamat Rumah, Iran Klaim Punya Profil Lengkap Para Pilot Israel yang Ikut Perang |
---|
Iran Buka Suara Soal Operasi Rahasia, Bantah Incar Warga Sendiri di Eropa dan Amerika |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.