Minggu, 31 Agustus 2025

Konflik Iran Vs Israel

Pemerintah Diminta Antisipasi Krisis Global Dampak Perang Iran vs Israel yang Kini Libatkan Amerika

Hanif mengingatkan pemerintah untuk tidak meremehkan dampak ekonomi dari eskalasi konflik antara Israel dan Iran yang kini melibatkan AS

|
Penulis: Chaerul Umam
handout
PERANG IRAN ISRAEL - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI M. Hanif Dhakiri. Ia mengingatkan pemerintah untuk tidak meremehkan dampak ekonomi dari eskalasi konflik antara Israel dan Iran yang kini melibatkan langsung Amerika Serikat (AS). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, M Hanif Dhakiri, mengingatkan pemerintah untuk tidak meremehkan dampak ekonomi dari eskalasi konflik antara Israel dan Iran yang kini melibatkan langsung Amerika Serikat.

Menurut Hanif, ketegangan geopolitik ini berpotensi menimbulkan guncangan serius terhadap ekonomi global, yang dapat berdampak sistemik pada perekonomian Indonesia.

Dampak Ekonomi Global

Hanif menyatakan, "Perang ini bukan sekadar konflik regional. Ini adalah guncangan geopolitik yang bisa memicu krisis energi global, memperlemah rupiah, mendorong inflasi, dan memperbesar beban fiskal."

Ia menekankan bahwa pemerintah harus memiliki skenario krisis yang terukur untuk menghadapi situasi ini.

Lonjakan harga minyak dunia yang telah menembus angka USD 100 per barrel disebut Hanif sebagai sinyal bahaya pertama.

Sebagai negara pengimpor minyak, Indonesia sangat rentan terhadap tekanan harga energi yang tinggi.

Hal ini dapat menyebabkan lonjakan subsidi energi dan memperlebar defisit anggaran negara.

Keprihatinan mendalam

Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI menyatakan keprihatinan mendalam dan mengecam keras tindakan militer sepihak yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Iran. Diketahui, serangan tersebut dilakukan melalui operasi gabungan udara dan laut di tengah berlangsungnya perundingan antara Iran dan Uni Eropa di Swiss.

“Tindakan sepihak Amerika Serikat tidak hanya memperburuk konflik, tetapi juga merusak kepercayaan terhadap mekanisme diplomasi internasional,” ungkap Ketua BKSAP DPR RI, Mardani Ali Sera dalam keterangannya, di Jakarta, Senin (23/6/2025).

Sebagai informasi, serangan militer Amerika Serikat ke Iran dilancarkan pada Minggu dini hari, 22 Juni 2025, bertepatan dengan pukul 03.00 waktu setempat. Waktu tersebut sama dengan serangan militer yang dilakukan oleh Israel ke wilayah Iran.

Lebih lanjut Mardani menjelaskan, kesamaan waktu ini semakin memperkuat kekhawatiran akan terjadinya konflik berskala regional dan potensi pecahnya perang terbuka di Timur Tengah.

Adapun sebelumnya, Amerika Serikat mengungkapkan bahwa militer AS menggunakan enam bom penghancur bunker GBU-57 secara khusus untuk menargetkan fasilitas nuklir bawah tanah Fordow milik Iran.

Selain itu,  dalam operasi tersebut, Amerika Serikat menyerang Iran dengan kapal selam militer. Setidaknya 30 rudal Tomahawk dijatuhkan ke berbagai target di Iran.

Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan