Sabtu, 30 Agustus 2025

Konflik Iran Vs Israel

Pakar Sebut AS hingga Uni Eropa Akan Ketar-ketir jika Iran Menutup Selat Hormuz

Pakar Hukum Internasional, Hikmahanto Juwana, mengatakan bahwa AS hingga negara-negara Uni Eropa akan ketar-ketir jika Iran menutup Selat Hormuz.

RNTV/TangkapLayar
JALUR VITAL - Pemandangan udara Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan dunia. Iran dilaporkan bergerak untuk menutup jalur ini sebagai langkah balasan atas serangan Amerika Serikat ke fasilitas nuklir mereka, Minggu (22/6/2025). Pakar Hukum Internasional, Hikmahanto Juwana, mengatakan bahwa AS hingga negara-negara Uni Eropa akan ketar-ketir jika Iran menutup Selat Hormuz. 

TRIBUNNEWS.COM - Pakar Hukum Internasional, Hikmahanto Juwana, mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) hingga negara-negara Uni Eropa akan ketar-ketir jika Iran menutup Selat Hormuz.

Hal ini disampaikan oleh Hikmahanto dalam acara Sapa Indonesia Malam di Kompas TV, Selasa (24/6/2025).

"Sangat ketar-ketir, tadi kita sudah mendengar padahal Iran masih belum melakukan penutupan (Selat Hormuz) karena itu masih diwacanakan di parlemen dan nantinya kalau misalnya memang harus ditutup, itu di majelis tinggi di Iran yang menentukan itu."

"Nah, masih ada di dalam parlemen saja Uni Eropa bahkan Amerika Serikat, ini bukan Donald Trump (Presiden AS), tapi bursanya langsung turun," ucap Hikmahanto Juwana.

Ia menyebut, waktu Trump mengatakan terkait kenaikan tarif impor, akhirnya dirinya "mundur" karena dihantam oleh bursa yang turun.

Hal serupa pun terjadi setelah pihak AS melakukan pengemboman terhadap tiga titik fasilitas nuklir milik Iran.

"Ini terjadi lagi sekarang, bursa menghajar Trump karena Trump dianggap sebagai terlalu tidak memperhatikan segala sesuatu terkait dengan pengeboman tiga titik (fasilitas nuklir) yang dilakukan di Iran."

"Oleh karena itu, sekarang posisi Trump agak mundur, dia mengatakan bahwa pertama, terima kasih Iran karena memang kamu sudah melakukan serangan mudah-mudahan itu sudah melepaskan ya kemarahan kamu kepada kami kan begitu ya, walaupun kita juga terima kasih karena serangan itu kamu kasih tahu ke kami, ke Amerika."

Hikmanto mengaku tak yakin bahwa Iran memberitahu Washington terkait serangan terhadap pangkalan Amerika Serikat (AS) di Al Udeid, Qatar.

"Mungkin Iran memberitahu ke Qatar, lalu Qatar karena tidak ada masalah dengan Iran kan sebenarnya yang mau diserang adalah pangkalan (AS), tetapi Qatar mengatakan bahwa tetap saya harus intersep." 

"Nah, Qatar yang kemudian menyampaikan ke Amerika Serikat, kan ada pernyataan dari Donald Trump yang mengatakan sekarang sudah bisa terjadi Make Iran Great Again (MIGA), seperti Make America Great Again (MAGA)," ungkap Hikmahanto.

Baca juga: Seruan Trump Dicueki Israel, IRGC Iran Umumkan Terbunuhnya Jenderal Komandan Pasukan Basij

Ia mengaku heran sekarang seolah-olah Trump bertindak sebagai juru damai, bukan pihak yang terlibat dalam perang. 

Padahal, awalnya dirinya ingin melindungi Israel dari serangan Iran.

"Nah ini yang yang masih agak fluid (cair), kita belum tahu ini arahnya ke mana dan tentu dari sisi Iran ketika Trump mengatakan ada truce gitu ya ada gencatan senjata 6 jam dan lain sebagainya. Pertanyaannya, itu menurut siapa? Menurut Trump atau menurut kami (Iran)?"

Oleh sebab itu, Hikmahanto menilai perang ini masih cair, bisa berakhir atau tetap berlangsung.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan