Kamis, 9 April 2026

Akhiri Perang Dagang, AS-China Sepakat Gelar Perundingan di Korea Selatan

Trump dan Xi jinping setuju untuk menggelar pembicaraan lanjutan di Korea Selatan, meredakan ketegangan perang dagang yang berlangsung bertahun-tahun.

Tangkap layar Youtube White House Archived
TRUMP XI JINPING - Tangkap layar Youtube White House Archived saat pertemuan antara Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing, Tiongkok. Trump dan Xi jinping setuju untuk menggelar pembicaraan lanjutan di Korea Selatan, meredakan ketegangan perang dagang yang berlangsung bertahun-tahun. 

Ringkasan Berita:
  • AS dan Tiongkok sepakat menggelar pembicaraan lanjutan di Korea Selatan demi meredakan ketegangan perang dagang yang telah berlangsung bertahun-tahun.
  • Perundingan akan menyoroti penghapusan tarif tinggi, kerja sama di sektor teknologi tinggi serta pengelolaan logam tanah jarang yang krusial bagi industri global.
  • Langkah diplomatik ini mendapat sambutan positif dari Uni Eropa dan IMF, yang menilai kesepakatan AS–China berpotensi memulihkan kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi global.

TRIBUNNEWS.COM - Di tengah ketegangan ekonomi global buntut perang dagang, Amerika Serikat dan Tiongkok sepakat untuk melanjutkan putaran perundingan perdagangan.

Kesepakatan ini diumumkan hanya beberapa hari setelah kedua negara kembali bersitegang akibat kebijakan ekspor baru Beijing dan ancaman tarif besar-besaran dari Washington.

Dalam keterangan resmi yang dikutip dari Al Jazeera, kedua negara yang mewakili dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia, menyatakan komitmen mereka untuk mencari jalan keluar damai dari konflik dagang yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Tak dirinci kapan pembicaraan tersebut akan digelar, kemungkinan besar langkah diplomatik antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping dijadwalkan berlangsung akhir bulan ini di sela-sela KTT APEC di Korea Selatan.

Sebelumnya, Trump sempat mengancam membatalkan pertemuan tersebut, namun kini memberi sinyal positif pertemuan akan tetap berjalan sesuai rencana.

Para analis menilai, pertemuan kedua pemimpin itu bisa menjadi penentu arah hubungan dagang global, terutama dalam menata ulang rantai pasok dan kebijakan ekspor-impor antarnegara besar.

Isi Pembicaran

Sumber diplomatik dari Washington menyebutkan, pembicaraan akan berfokus pada tiga area utama.

Isu pertama yang menjadi sorotan utama adalah tarif tinggi antara AS dan Tiongkok yang diberlakukan selama masa perang dagang.

Tarif tersebut sebelumnya mencapai angka tiga digit, menyebabkan penurunan ekspor dan meningkatnya harga barang di kedua negara.

Baca juga: Trump Kobarkan Lagi Perang Dagang, Harga Rumah dan Furnitur di AS Siap Melonjak Drastis

Trump diketahui ingin menegosiasikan penghapusan sebagian besar tarif ekspor–impor, terutama yang berdampak langsung pada sektor pertanian dan manufaktur Amerika.

Sementara Beijing menuntut agar Washington mencabut sanksi dan pembatasan dagang yang dianggap menghambat akses produk Tiongkok ke pasar global.

Topik kedua yang akan dibahas adalah perdagangan di sektor teknologi tinggi, yang selama ini menjadi titik panas dalam hubungan AS–Tiongkok.

Amerika Serikat menuduh Beijing melakukan pencurian kekayaan intelektual dan subsidi besar-besaran terhadap perusahaan teknologi domestik, sedangkan China menilai langkah AS membatasi akses chip dan komponen elektronik sebagai bentuk tekanan politik.

Dalam pertemuan mendatang, kedua negara akan berupaya menyusun kerangka kerja baru untuk ekspor-impor chip semikonduktor, perangkat elektronik, serta teknologi kecerdasan buatan (AI).

Kesepakatan ini diharapkan dapat menjaga stabilitas industri global, yang selama dua tahun terakhir terguncang akibat larangan ekspor dan sanksi silang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved