Jumat, 22 Mei 2026

Anggaran 43 Triliun Yen, Jepang Siapkan Pertahanan Hadapi Ancaman Kawasan

Jepang mengadopsi pendekatan multi-domain defense, di mana operasi pertahanan tidak lagi berdiri sendiri

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/Ricard Susilo
ANGGARAN PERTAHANAN JEPANG - Dr. Yasuaki Chijiwa lulusan universitas Hiroshima, dikenal sebagai pakar keamanan dan pertahanan Jepang (Richard Susilo) 

Perhatian terhadap Taiwan juga meningkat, seiring perubahan lingkungan keamanan kawasan Indo-Pasifik. Jepang dan AS kini memperbaiki struktur komando bersama melalui pembentukan Joint Operations Command, guna meningkatkan efektivitas koordinasi militer.

Kebangkitan Berkat  Perjanjian San Francisco

Chijiwa menyimpulkan bahwa meskipun Konferensi Yalta merupakan kesepakatan terburuk bagi Jepang dalam sejarah modern, Jepang mampu bangkit dengan menandatangani Perjanjian San Francisco enam tahun kemudian, yang jauh lebih menguntungkan.

Ke depan, Jepang dinilai perlu memperkuat otonomi dan kemandirian pertahanan, sambil tetap menjaga kelangsungan aliansi Jepang-AS.

“Pertahanan diri yang otonom bagi Jepang sangatlah penting dalam masa depan,” tekan Chijiwa lebih lanjut.

Dr. Yasuaki Chijiwa lulusan universitas Hiroshima, kini berusia 50 tahunan, dikenal sebagai pakar keamanan dan pertahanan Jepang, dengan fokus utama pada sejarah, struktur, dan masa depan aliansi Jepang–Amerika Serikat, termasuk dinamika keamanan di kawasan Indo-Pasifik. Penasehat senior Kementerian Pertahanan Jepang.
  
Diskusi  pertahanan di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved