Sabtu, 16 Mei 2026

Donald Trump Pimpin Amerika Serikat

Trump Ancam Caplok Greenland, Warga Nuuk Tegas Tolak Jadi Orang Amerika

Rencana Trump mencaplok Greenland memicu kecemasan. Warga dan politisi setempat menegaskan tidak ingin menjadi milik AS.

Tayang:
HO/IST/Arctic Circle/X
ANCAMAN PENCAPLOKAN GREENLAND - Gambar dari HO/IST/Arctic Circle/X menunjukkan pemukiman warga di Greenland, wilayah Denmark di Arktik yang berpemerintahan sendiri. Warga dan para pemimpin politik Greenland secara terbuka menolak gagasan pencaplokan wilayah Nuuk dan menegaskan bahwa mereka tidak ingin menjadi bagian dari Amerika Serikat. 

Ringkasan Berita:
  • Trump kembali menyuarakan keinginan mengakuisisi Greenland, memicu kecemasan di pulau Arktik tersebut.
  • Warga dan politisi Greenland menegaskan mereka tidak ingin menjadi bagian Amerika Serikat dan menolak dijual.
  • Ketegangan meningkat, sementara Denmark dan Greenland meminta pertemuan dengan AS untuk menegaskan posisi mereka.

 

TRIBUNNEWS.COM - Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump tentang keinginannya untuk mengakuisisi Greenland memicu kegelisahan di pulau Arktik tersebut.

Warga dan para pemimpin politik Greenland secara terbuka menolak gagasan itu dan menegaskan bahwa mereka tidak ingin menjadi bagian dari Amerika Serikat.

Meningkatnya perhatian internasional terlihat dari padatnya permintaan wawancara terhadap Aaja Chemnitz, politisi Greenland yang menjabat sebagai anggota parlemen di Denmark.

Dalam situasi yang sibuk dan penuh tekanan, Chemnitz mengatakan bahwa wacana pencaplokan Greenland telah menyentuh persoalan paling mendasar bagi masyarakat setempat.

“Greenland tidak untuk dijual dan tidak akan pernah dijual,” kata Chemnitz dari Partai Inuit Ataqatigiit kepada Al Jazeera, Rabu (14/1/2026).

Ia menegaskan Greenland bukan sekadar wilayah, melainkan identitas yang mencakup bahasa, budaya, dan cara hidup masyarakatnya.

Menurutnya, menjadi warga negara Amerika bukanlah sesuatu yang diinginkan mayoritas warga Greenland.

Nada serupa disampaikan anggota parlemen Greenland lainnya, Aki-Matilda Hoegh-Dam dari Partai Naleraq.

Ia menyebut situasi saat ini sebagai masa yang penuh ketidakpastian bagi sekitar 56.000 penduduk Greenland.

Selama ratusan tahun, Greenland relatif terisolasi dari dinamika politik global, namun kini tiba-tiba menjadi pusat perhatian dunia.

“Kami merasa terpojok, dan itu membuat banyak orang cemas,” kata Hoegh-Dam.

Baca juga: Kongres AS Ajukan RUU Pencaplokan Greenland Jadi Negara Bagian AS ke-51

Ia menambahkan bahwa semua partai politik di Greenland sepakat menolak menjadi orang Amerika maupun orang Denmark.

“Kami ingin menjadi orang Greenland. Kami sudah punya satu penjajah. Kami tidak membutuhkan yang baru,” ujarnya.

Trump Ingin Caplok Greenland

Sejak Desember, Trump kembali menyuarakan keinginannya untuk mengakuisisi Greenland, sebuah gagasan yang pernah ia lontarkan pada 2017.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved