Iran Vs Amerika Memanas
Sistem Tangki Bahan Bakar AS Disusupi Peretas, Iran Dituduh sebagai Dalang
Pejabat AS mencurigai peretas Iran menyusup ke sistem pemantauan tangki bahan bakar yang tidak dilindungi kata sandi.
Peretas yang dikaitkan dengan intelijen Iran juga disebut menggunakan Telegram untuk mengumumkan keberhasilan operasi mereka.
Kelompok Handala, yang dikaitkan dengan Iran, baru-baru ini mempublikasikan email milik Direktur FBI Kash Patel.
Namun, pejabat AS menyebut klaim tersebut berlebihan karena materi yang dipublikasikan merupakan data lama, bukan hasil pelanggaran baru.
Kepala Intelijen Ancaman Sublime Security, Alex Orleans, mengatakan kepanikan yang muncul setiap kali Handala membuat klaim menunjukkan bahwa ancaman siber Iran masih sulit dijelaskan secara jelas oleh pemerintah maupun perusahaan keamanan siber.
"Rezim tersebut telah dengan jelas menunjukkan niatnya untuk bertahan, yang semakin mengurangi insentif untuk operasi siber sembarangan," ujarnya.
Menjelang pemilu paruh waktu AS, absennya tim federal khusus untuk melawan ancaman digital asing juga menuai kritik.
Mantan Direktur Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA), Chris Krebs, memperingatkan bahwa ancaman terbesar kemungkinan berasal dari operasi informasi, bukan serangan langsung terhadap sistem pemilu.
"Di situlah Rusia dan China bergerak, dan itu masuk akal karena murah, mudah diperluas dengan AI, dan hampir tidak ada konsekuensinya," kata Krebs.
Hingga kini, belum ada arahan federal yang mewajibkan penggunaan protokol kata sandi pada sistem ATG.
Sebelumnya, CISA telah menandai pengukur tangki otomatis yang terhubung ke internet sebagai salah satu kerentanan yang diketahui.
4 Fakta Handala, Peretas Utama Iran
Kelompok Handala mengklaim diri sebagai kelompok aktivis peretas pro-Palestina independen.
Namun, Foundation for Defense of Democracies (FDD), lembaga riset nonpartisan yang berbasis di Washington DC, menyebut Handala bertindak sebagai samaran Kementerian Intelijen dan Keamanan Iran (MOIS).
Baca juga: Hacker Iran Siap Ledakkan Dunia Politik AS, 100 GB Email Rahasia Sekutu Trump Diancam Bocor
Handala telah melancarkan serangan terhadap Israel dan sejumlah negara lain sejak Desember 2023.
Kelompok ini juga semakin sering menargetkan korban di Amerika Serikat sejak serangan udara gabungan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari.
Mengutip situs resmi FDD, berikut empat hal yang perlu diketahui tentang Handala.