RI Kritik Keras Mandulnya Dewan Keamanan PBB
Lembaga ini sudah lumpuh, karena tak lagi bertaji ketika negara-negara berpengaruh melanggar aturan batas kekuasaan yang mereka buat sendiri
"Sebagai kekuatan baru, BRICS harus menjadi yang terdepan dalam reformasi ini untuk memimpin dengan pendekatan yang inklusif dan komprehensif, mengambil langkah-langkah nyata dan segera, serta memperkuat suara Global South dalam membentuk dunia yang lebih baik untuk semua," pungkas dia.
Baca juga: Sugiono Bertemu Antonio Guterres, Tegaskan Komitmen Indonesia di Sidang Dewan Keamanan PBB
Sebagai informasi BRICS adalah organisasi multilateral negara berkembang yang berpengaruh, dengan tujuan memperkuat kerja sama dan suara negara-negara berkembang (Global South) baik secara ekonomi maupun politik.
Negara anggotanya meliputi Brasil, Rusia, India, Republik Rakyat Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, Persatuan Emirat Arab, Indonesia, dan Arab Saudi.
Indonesia sendiri bergabung sejak 6 Januari 2025, yang diumumkan oleh Menlu Brasil sebagai tuan rumah saat itu. Keinginan bergabung disampaikan di KTT BRICS+ di Kazan, Rusia pada 2024.
BRICS Foreign Ministers Meeting ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 yang akan diadakan 12-13 September 2026. KTT BRICS tersebut akan mengundang para pemimpin dari negara anggota dan mitra BRICS, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/brics-india-stafffsussss-menlu.jpg)