BAB Anak yang Sering Berubah Bikin Cemas, Kadang Cair Lalu Keras, Normalkah?
Masalah buang air besar (BAB) pada anak sering membuat orang tua cemas. Bentuk pup anak tak jarang cair, kadang dilain waktu justru keras.
Pup normal warnanya kuning (seperti mustard), coklat dan hijau.
Tidak normal atau perlu diwaspadai jika putih atau abu-abu bisa tanda gangguan empedu, hitam pekat kemungkinan perdarahan dari saluran cerna atas, lalu ada darah merah segar tanda ada perdarahan dari bagian bawah
“Jika muncul warna yang tidak biasa, segera konsultasi ke dokter,” pesan dia.
Indikator keempat adalah frekuensi BAB.
Dalam hal ini, dr Fierda mengatakan, frekuensi BAB anak berbeda-beda tergantung usia.
Bayi bisa BAB hingga 10 kali sehari saat baru lahir, bisa juga jarang BAB setelah beberapa bulan (bahkan beberapa hari sekali).
Namun, jika bayi tetap aktif, tidak rewel, dan tumbuh baik kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan karena masih normal.
Anak di atas 1 tahun, idealnya 1 kali sehari, 2 hari sekali masih normal jika tidak ada keluhan, tapi jika lebih dari 3 hari tanpa BAB, itu mengarah anak alami konstipasi
Adapun tanda-tanda konstipasi selain jarang BAB, adalah pup keras dan sulit keluar, anak menahan BAB (misalnya sembunyi saat ingin BAB), tidak mau ke toilet dan harus BAB sambil menggunakan popok.
“Anak menolak ke toilet, anak suka sembunyi saat mau BAB, enggak mau toilet training harus sambil pakai pampers. Itu tanda-tanda konstipasi,” ungkap dia.
Kapan Harus Khawatir?
Segera periksakan ke dokter jika pup sangat cair terus-menerus (diare berkepanjangan), ada darah dalam feses, warna pup tidak biasa seperti putih, abu-abu, atau hitam pekat, anak tampak kesakitan saat BAB hingga berat badan tidak naik dengan baik
Ia menyarankan orang tua agar memperhatikan asupan sang buah hati seperti kebutuhan cairan, konsumsi serat dari buah dan sayur, kecukupan nutrisi, pola makan harian serta makanan ibu (jika menyusui) juga bisa memengaruhi kondisi pup.
Saluran cerna yang sehat mencerminkan sistem pencernaan yang baik dan berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang serta kesehatan holistik anak.
“Saluran cerna adalah organ yang berkembang pesat pada masa awal kehidupan. Masa ini merupakan periode emas untuk fungsi pencernaan dan maturitas mikrobiota usus, yang menjadi fondasi kecerdasan dan pertumbuhan optimal anak,” tutur dr Fierda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bab-anaks.jpg)