Haruskah Anak Minum Susu? Ini Fakta Ilmiah tentang Manfaat dan Jenis Susu
Susu tetap menjadi sumber nutrisi penting bagi anak karena menyediakan kalsium, protein, yodium, dan zat penting untuk pertumbuhan.
Salah satu kondisi ketika orang tua perlu memperhatikan konsumsi susu adalah saat anak memasuki usia balita.
Ketika anak mulai beralih ke makanan padat, terlalu banyak minum susu dapat mengurangi nafsu makan terhadap makanan kaya zat besi dan meningkatkan risiko kekurangan zat besi.
Karena itu, para ahli kesehatan menyarankan keseimbangan antara konsumsi susu dan makanan padat kaya zat besi.
Rekomendasi Pedoman Nutrisi
Pedoman diet Australia merekomendasikan konsumsi produk susu setiap hari mulai usia 12 bulan.
Satu porsi susu setara dengan:
- 1 gelas susu (250 ml).
- 2 potong keju keras (40 gram) atau setengah cangkir ricotta (120 gram).
- ¾ cangkir yoghurt (200 gram).
Jumlah porsi yang dianjurkan berbeda berdasarkan usia dan tahap kehidupan:
- Balita: 1–1,5 porsi.
- Anak perempuan 2–8 tahun: 1,5 porsi.
- Anak perempuan 9–11 tahun: 3 porsi.
- Anak laki-laki 2–3 tahun: 1,5 porsi.
- Anak laki-laki 4–8 tahun: 2 porsi.
- Anak laki-laki 9–11 tahun: 2,5 porsi.
- Remaja: 3,5 porsi.
- Dewasa 19–50 tahun: 2,5 porsi.
- Wanita di atas 51 tahun: 4 porsi.
- Pria 51–70 tahun: 2,5 porsi.
- Pria di atas 70 tahun: 3,5 porsi.
Pedoman tersebut juga merekomendasikan sebagian besar konsumsi susu rendah lemak mulai usia dua tahun.
Namun, beberapa ahli menyebut rekomendasi tersebut berasal dari pandangan lama mengenai lemak jenuh yang kini mulai dipertanyakan oleh penelitian terbaru.
Jenis Susu Apa yang Terbaik?
Susu full cream, rendah lemak, dan skim semuanya menyediakan nutrisi penting.
Perbedaan utamanya hanya pada kandungan kalori dan lemak:
- Susu full cream: sekitar 3,5 persen lemak.
- Susu rendah lemak: sekitar 2% lemak.
- Susu skim: kurang dari 0,2% lemak.
Meski banyak orang menganggap susu rendah lemak selalu lebih baik, penelitian terbaru menunjukkan bahwa lemak jenuh dalam produk susu berbeda dengan lemak jenuh dari makanan olahan seperti sosis atau kue.
Lemak jenuh dari susu memiliki dampak netral atau bahkan positif terhadap kesehatan jantung.
Jadi, baik susu full cream, rendah lemak, maupun skim dapat menjadi pilihan sehat.
Sementara itu, susu berbasis tumbuhan tidak memiliki kandungan nutrisi yang sama dengan susu sapi. Banyak jenis susu nabati mengandung lebih sedikit protein, yodium, dan kalsium alami.
Namun, susu nabati dapat menjadi pilihan bagi keluarga dengan preferensi tertentu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/MANFAAT-SUSU-Foto-ilustrasi-anak-minum-susu.jpg)