Kamis, 16 April 2026

Remaja Rentan Terpapar Radikalisme, Orang Tua Bisa Terapkan Prinsip Connection before Correction

Peran orang tua yang bersahabat menjadi kunci dalam membentuk nalar kritis dan ketahanan remaja terhadap berbagai pengaruh negatif. 

Tribundepok.com/M Rifqi Ibnumasy
TEROR BOM - Tim Jibom dan gegana melakukan penyisiran terhadap 10 sekolah di Depok yang menerima ancaman teror bom, Selasa (23/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Masa remaja merupakan fase krisis identitas dan kebingungan jati diri.
  • Ketika fase ini dilalui dengan dukungan tepat, remaja memiliki identitas kuat. Sebaliknya, ketiadaan dukungan dapat menunda kedewasaan psikologis dan memicu kebingungan identitas.
  • Ketika anak menjadi remaja ada perubahan yang terjadi mulai dari fisik, perkembangan otak hingga psikososial.

 

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Ledakan bom di SMK 72 Jakarta jadi pengingat bahwa remaja jadi sasaran paham radikalisme.

Psikologis sekaligus co-founder Rumah Dandelion, Binky Paramitha Iskandar, menegaskan, sebagai upaya pencegahan orang tua harus jadi benteng pertama.

Masa remaja merupakan fase krisis identitas dan kebingungan jati diri.

Ketika fase ini dilalui dengan dukungan yang tepat, remaja akan memiliki identitas yang kuat. 

Baca juga: Radikalisme Digital Jadi Sorotan, LP2M UIN Surakarta Gaungkan Moderasi dan Etika Bermedia

Namun sebaliknya, ketiadaan dukungan dapat menunda kedewasaan psikologis dan memicu kebingungan identitas, yang ditandai dengan kecenderungan berkelompok dan sikap intoleran terhadap perbedaan. 

“Remaja yang didengar tidak mudah direkrut, maka peran orang tua bersahabat dalam membentuk nalar kritis dan ketahanan remaja,” ungkapnya dalam kegiatan BKKBN di Jakarta, Rabu (24/12/2025).

Oleh karena itu, peran orang tua yang bersahabat menjadi kunci dalam membentuk nalar kritis dan ketahanan remaja terhadap berbagai pengaruh negatif. 

Ia menekankan pentingnya prinsip connection before correction dalam pola pengasuhan.

“Sebelum memberikan koreksi atau nasihat, orang tua perlu membangun hubungan yang hangat dengan anak,” tuturnya.

Ketika anak menjadi remaja ada perubahan yang terjadi mulai dari fisik, perkembangan otak hingga psikososial. Berikut penjelasannya:

Karakteristik Fisik

Remaja mengalami pubertas, yang melibatkan perubahan dalam hormon, bentuk fisik, dan cara berpikir.

Perkembangan Otak

Perkembangan terutama pada bagian lobus frontal (terutamaprefrontal cortex) dan sistem limbik. Merujuk Plaget, remaja masuk pada tahap Operasional Formal, beralih dari pemikiran konkret ke abstrak.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved