Jumat, 29 Agustus 2025

Pemilu 2024

Politisi PDIP Said Abdullah Belum Kepikiran Polisikan Akun Twitter yang Viralkan Bagi-bagi Amplop

Plt Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Timur (Jatim) Said Abdullah menyampaikan pihaknya belum kepikiran untuk mempolisikan akun twitter.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hasanudin Aco
ist
Ketua Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, MH Said Abdullah 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Plt Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Timur (Jatim) Said Abdullah menyampaikan pihaknya belum kepikiran untuk mempolisikan akun Twitter @PartaiSocmed.

Hal ini karena akun twitter itu menyebar video yang memperlihatkan aktivitas dirinya saat membagi-bagi amplop di salah satu masjid di Sumenep, Jawa Timur.

"Kalau dipikir-dipikir ditimbang-timbang kira-kira gunanya apa ya? Jangan-jangan (twitter) partai socmed ada jaringan sedemikian rupa, begitu masuk langsung ke blow up ribuan," ujar Said Abdullah di Kompleks Parlemen, Senin (27/3/2023).

Baca juga: Bawaslu Akan Kaji Dugaan Pelanggaran Bagi-bagi Amplop Berlogo PDIP di Masjid Sumenep

Ketua Badan Anggaran DPR RI ini  meminta masyarakat tak mudah menerima secara mentah informasi di sosial media.

Apalagi informasi yang disebar oleh akun anonim.

"Sandarannya media mainstream yang sehat, itu kanal yang paling tepat. Itu fungsi demokrasi pilar keempat. Kalau di tangan kalian medsos, model-model #99 semua melakukan anonim, gelap mata semua, akal sehat tak pernah jalan," jelas Said.

Di sisi lain, Said kembali membantah bahwa bagi-bagi amplop berlogo PDIP dan bergambar muka dirinya merupakan bagian dari politik uang atau money politics.

"Nah anggota DPR itu juga punya dana reses dan semua anggota DPR melakukan hal yang sama. Kan itu bagian tali asih dengan konstituennya. Kalau enggak dibagikan, akuntabilitasnya gimana? Dibagikan, ribut lagi," tukasnya.

Pengakuan Said Abdullah

Plt Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Timur (Jatim) Said Abdullah mengakui bagi-bagi amplop saat tarawih di salah satu masjid di Sumenep, Jawa Timur.

Ia menyebutkan bagi-bagi ampol itu dalam rangka ritual yang dijalaninya setiap tahun. Adapun amplop yang dibagikan kepada jamaah itu merupakan bagian dari zakat di bulan Ramadan.

"Ini ritual tahunan, tahun kemarin juga viral, 2 tahun yang lalu juga viral. Kira-kira zakat mal bagian dari rukun iman sudah dilarang di Republik ini dan itu dideclare," ujar Said di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (27/3/2023).

Said pun mengungkapkan alasan perihal amplop itu ada logo PDI Perjuangan. Dia bilang, uang yang dibagikan sebesar Rp300 ribu per orang itu bagian dari gotong royong kader PDIP.

"Karena itu bagian dari gotong royong PDI Perjuangan, karena kan tidak pernah sendiri. kami selalu bersama-sama dan masjid itu juga masjid gotong royong, kalau semua gotong royong, sama-sama masa kemudian tidak boleh," jelas Said.

Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan