Sabtu, 30 Agustus 2025

Pemilu 2024

PKS Harap Menag Yaqut dan PKB Segera Akur: Kan Saudara Kandung

Mardani Ali Sera menilai pernyataan  Gus Yaqut 'jangan memilih pemimpin hanya karena ganteng dan mulutnya manis' masih dalam koridor

Penulis: Fersianus Waku
Editor: Eko Sutriyanto
dok Kemenag
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera berharap Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) segera akur 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fersianus Waku

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera berharap Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) segera akur.

Mardani mengatakan perbedaan pendapat merupakan hal yang biasa.

Namun, dia menyebut Gus Yaqut dan PKB adalah saudara kandung.

"Kalau kita biasa perbedaan pendapat, mudah mudahan cepat akur dan asyik Menag sama PKB. Karena Menag dan PKB kan saudara kandung satu kubu, kita doakan segera," kata Mardani di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/10/2023).

Dia menilai pernyataan  Gus Yaqut 'jangan memilih pemimpin hanya karena ganteng dan mulutnya manis' masih dalam koridor.

"Menurut saya Menag dalam koridor mengingatkan kita semua bagus," ujar Mardani.

Baca juga: Profil Yaqut Cholil Qoumas, Sosok yang Terancam Diberi Sanksi PKB

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid alias Gus Jazil menyatakan, pihaknya akan memberikan pendisiplinan Menag Yaqut.

Pendisiplinan itu akan diberikan imbas dari pernyataan Menag Yaqut soal jangan memilih pemimpin hanya karena ganteng dan mulutnya manis.

"Sebagai kader PKB, kami tentu sudah menyiapkan langkah langkah pendisiplinan. Jadi dan publik tentu juga akan memberikan penilaian juga, menurut saya itu yang lebih penting," kata Jazil saat dimintai tanggapannya, Minggu (1/10/2023).

Menurut Gus Jazil, sejatinya pernyataan yang demikian tidak terlontar dari mulut seorang pejabat negara sekelas Menag Yaqut.

Sebab menurutnya, pernyataan itu berpotensi membawa dampak perpecahan keharmonisan bangsa Indonesia selama ini.

"Jangan membuat publik ini berspekulasi dan bingung dan menggiring opini yang nggak perlu. Saya pikir itu," kata dia.

Meski begitu, Gus Jazil tidak membeberkan sanksi pendisiplinan apa yang akan diterapkan oleh PKB terhadap Menag Yaqut.

Dirinya hanya menegaskan, kalau PKB merupakan partai yang terbuka untuk menjaga persatuan dan kebersamaan.

"Sudah kita sudah, kita serahkan ke mekanisme internal organisasi saya yakin cepat atau lambat itu sudah ada pendisiplinan kok. Jadi enggak usah khawatir," tukas dia.
 

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan