Anggota Komisi II DPR Ungkap Akar Masalah Terkait Mundurnya 700 CPNS Kemendiktisaintek
Karena penempatan terpusat saat distribusi itulah, dia mengatakan bahwa ternyata kenyataaanya lokasi jauh dari harapan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera menilai bahwa persoalan mundurnya 700 CPNS Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) karena ada persoalan yang mendasar di akarnya.
"Salah satunya sentralisasi proses perekrutan, dan kerumitan birokrasi yang harus di tempat, sekolah/perguruan tinggi yang memerlukan guru/dosen," kata Mardani kepada Tribunnews, Sabtu (19/4/2025).
Baca juga: Komisi II DPR Soal Mundurnya 700 CPNS Kemendiktisaintek: Perekrutan Harus Lebih Transparan
Karena penempatan terpusat saat distribusi itulah, dia mengatakan bahwa ternyata kenyataaanya lokasi jauh dari harapan.
Kemudian, Mardani mengatakan penyebab kedua yakni kurang akuratnya CPNS dalam pendaftaran formasi.
Baca juga: Pemerintah Cairkan Tukin untuk 31.066 Dosen Kemendiktisaintek ASN pada Juli 2025, Ini Besarannya
"Penyebab kedua bisa jadi krn karena akuratan calon PNS saat mengisi formasi tersedia bukan di daerah yang selama ini tinggal," kata Mardani.
Namun, Legislator PKS itu menilai masih ada waktu musyawarah.
"Kumpulkan dan bincang ulang dengan semua stakeholder. Jika memulai proses baru bisa setahun atau dua tahun ke depan baru terisi. Cari solusi win win solution," tandasnya
Diberitakan sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Rini Widyantini menyatakan pemerintah sedang mengecek jumlah calon dosen CPNS yang mundur usai dinyatakan lulus dalam seleksi.
Menurut laporan sementara yang ia terima, terdapat sekitar 700 calon dosen yang mengundurkan diri.
Baca juga: 700 Dosen CPNS Mengundurkan Diri, Komisi II DPR Desak Evaluasi Rekrutmen ASN
“Kami memang mendapat laporan ada sekitar 700 yang mundur, tapi kami masih akan melakukan pengecekan terlebih dahulu,” ucap Rini dalam konferensi pers bersama Kemendiktisaintek dan Kementerian Keuangan di kantor Kemendiktisaintek, Jakarta Selatan, Selasa (15/4/2025).
| Komisi II DPR Pastikan Mulai Bahas RUU Pemilu pada Januari 2026 |
|
|---|
| Anggota DPR Desak Pemda Tingkatkan Pengawasan dan Laporkan Perusak Hutan |
|
|---|
| Kemendiktisaintek: 30 Kampus Terdampak Bencana Sumatera, Rusak Berat hingga Gangguan Listrik |
|
|---|
| Senayan Usul Dispensasi dan Keringanan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Bencana |
|
|---|
| Komisi II DPR Tegaskan Dukungan Politik untuk Percepatan Pembangunan IKN Nusantara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Dr-H-Mardani-Ali-Sera-MEng.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.