Senin, 1 September 2025

Ketua Umum KNPI Putri Khairunnisa Desak Cak Imin Minta Maaf ke Kader HMI

Pernyataan Cak Imin soal HMI menuai kecaman. KNPI minta klarifikasi dan ajak organisasi pemuda jaga persatuan.

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Glery Lazuardi
ISTIMEWA
Ketua Umum KNPI versi KongresXVI 2022 Putri Khaerunnisa 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI (Menko PM RI) sekaligus mantan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), Muhaimin Iskandar menuai kecaman.

Dalam sebuah pernyataan yang viral, Cak Imin sapaan akrabnya menyebut bahwa, "Kalau ada yang tidak tumbuh dari bawah, itu bukan PMII, itu HMI."

Hal ini disampaikan Ketua Umum PKB ini dalam acara pengukuhan PB IKA PMII periode 2025-2030 di bawah kepemimpinan Fathan Subchi di Hotel Bidakara Jakarta, Minggu 13 Juli 2025.

Pernyataan ini dinilai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusan Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) versi Kongres XVI 2022, Putri Khairunnisa,  sangat mengandung unsur provokatif dan berpotensi memecah belah antar kader organisasi kemahasiswaan. 

Khususnya antara PMII dan HMI yang selama ini sama-sama menjadi pilar penting dalam dinamika kebangsaan.

Nissa,  sapaan akrabnya, yang juga merupakan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini angkat bicara. 

Ia menyayangkan pernyataan tersebut dan menilai Cak Imin tidak mencerminkan sikap kenegarawanan sebagai pejabat publik.

"Seharusnya seorang pejabat, apalagi mantan Ketua Umum PB PMII, bisa menjaga ucapannya. Apa yang disampaikan Cak Imin sangat tidak bijak, justru berpotensi mengadu domba dan menyinggung jutaan kader HMI di seluruh Indonesia," ujar Putri Khairunnisa dalam keterangannya, Senin (14/7/2025).

Baca juga: Eks Ketum PB HMI Arief Rosyid Gabung ke Partai Golkar, Terinspirasi Karier Politik Bahlil Lahadalia

Nissa menekankan bahwa semua organisasi kemahasiswaan memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan bangsa.

 Tidak semestinya satu organisasi menyepelekan atau merendahkan organisasi lain.

"Kami menuntut Cak Imin untuk meminta maaf secara terbuka kepada kader HMI. Jangan sampai pernyataan ini melukai semangat persatuan di kalangan pemuda dan mahasiswa. Mulutmu adalah harimaumu," tegasnya.

Nissa juga mengingatkan bahwa tokoh publik harus menjadi teladan dalam menjaga persatuan, bukan justru memperkeruh suasana. 

Apalagi Cak Imin pernah menjadi bagian dari dunia organisasi kemahasiswaan, ia seharusnya tahu betul bagaimana menjaga etika dalam berucap, karena mulut-mu harimau-mu.

Nissa juga mengajak seluruh kader organisasi kepemudaan untuk tidak terpancing, namun tetap mengawal ruang publik agar tetap sehat, konstruktif, dan berorientasi pada persatuan nasional.

"Mari kita jaga ukhuwah antarorganisasi. Kritik boleh, tapi jangan mencederai sejarah dan perjuangan kader organisasi lain," pungkasnya. 

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan