Aksi Demonstrasi di Pati
Sudewo Tegaskan Tak Akan Mundur dari Kursi Bupati Pati
desakan agar Sudewo menanggalkan jabatannya datang dari sebagian warga Pati yang mengirimkan surat ke KPK.
Penulis:
Ilham Rian Pratama
Editor:
Muhammad Zulfikar
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Bupati Pati Sudewo menegaskan dirinya tidak akan mundur dari jabatannya meskipun ada desakan dari warganya.
Ia berkomitmen untuk tetap memimpin dan membangun Kabupaten Pati.
Baca juga: Selesai Diperiksa KPK, Bupati Pati Sudewo Langsung Dijemput Mobil Mewah Toyota Alphard
Penegasan ini disampaikan Sudewo setelah menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 6 jam di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, pada Rabu (27/8/2025).
Sudewo diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan pembangunan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Baca juga: Selesai Diperiksa KPK, Bupati Pati Sudewo Langsung Dijemput Mobil Mewah Toyota Alphard
"Saya akan istikamah, akan amanah untuk membangun Kabupaten Pati untuk sebaik-baiknya," ujar Sudewo.
Ia juga menambahkan dukungannya agar masyarakat Pati tetap solid.
KPK Terima 350 Surat dari Warga
Sementara itu, desakan agar Sudewo menanggalkan jabatannya datang dari sebagian warga Pati yang mengirimkan surat ke KPK.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima sekitar 350 surat dari warga.
Budi menyatakan KPK mengapresiasi dukungan masyarakat dalam pemberantasan korupsi.
Surat-surat tersebut, menurutnya, akan dipelajari dan dianalisis lebih lanjut oleh bagian pengaduan masyarakat.
"Surat tersebut bisa menjadi pengayaan bagi KPK terkait dengan penanganan kasus dugaan korupsi dimaksud ataupun upaya-upaya pemberantasan korupsi pada bidang lainnya," jelas Budi.
Hasil analisis nantinya dapat digunakan untuk berbagai upaya, mulai dari penindakan, pencegahan, hingga sosialisasi.
Baca juga: Bupati Pati Sudewo Disoraki Emak-emak Usai Diperiksa KPK: Pak Makan Duit Rakyat Mulu!
Sudewo Didesak Mundur
Bupati Pati Sudewo tengah menghadapi gelombang desakan untuk mundur dari jabatannya setelah serangkaian kebijakan kontroversial dan dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi.
Pemicu Utama Desakan Mundur
- Kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) hingga 250 persen, yang dianggap memberatkan warga di tengah kondisi ekonomi sulit
- Sudewo sempat menantang warga untuk berdemo, yang memicu kemarahan dan aksi besar-besaran pada 13 Agustus 2025
- Dalam aksi tersebut, ia dilempar sandal dan air mineral, bahkan harus dievakuasi oleh aparat keamanan
Respons Politik dan DPRD
- DPRD Pati membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengajukan hak angket sebagai langkah awal pemakzulan
- 42 dari 50 anggota DPRD menyetujui usulan tersebut, memenuhi syarat formal untuk proses lanjut
Dugaan Korupsi DJKA
- Nama Sudewo ikut terseret dalam kasus korupsi proyek Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan
- KPK telah menyita uang Rp3 miliar dari rumahnya dan menjadwalkan pemeriksaan lebih lanjut
Aksi Demonstrasi di Pati
Sudewo Penuhi Panggilan KPK, AMPB Kawal Dugaan Kasus Suap dan Minta KPK Tetapkan Tersangka |
---|
Aliansi Pati Bersatu Siap Demo ke KPK tapi Batal Jika Sudewo Tersangka: Donasi Diberi ke Anak Yatim |
---|
Demi Lengserkan Bupati Sudewo, Kuli Angkut Rela Sisihkan Penghasilannya untuk Donasi Demo |
---|
2.500 Warga Pati Kirim Surat ke KPK, Rela Bayar Rp 14 Ribu ke Kantor Pos |
---|
Gubernur Lemhannas ke Bupati Pati Sudewo: Kepala Daerah Wajib Utamakan Kepentingan Rakyat |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.