Minggu, 11 Januari 2026

Dugaan Korupsi Kuota Haji

Profil Ustaz Khalid Basalamah, Disebut KPK Berangkat Haji Pakai Kuota Khusus Bermasalah, Diperiksa

Ustaz Khalid Basalamah disebut KPK berangkat haji menggunakan kuota khusus yang bermasalah.

Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
DIPERIKSA KPK - Pendakwah Ustaz Khalid Basalamah usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan, Gedung KPK, Jakarta, Selasa (9/9/2025). 

TRIBUNNEWS.com - Pendakwah Ustaz Khalid Basalamah turut diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi kuota haji 2024, Selasa (9/9/2025).

Sehari setelah pemeriksaan Khalid, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi sang ustaz berangkat haji pada 2024, menggunakan bagian kuota bermasalah yang kini sedang diusut terkait dugaan korupsi.

"Kami memeriksa yang bersangkutan itu sebagai saksi fakta. Di mana yang bersangkutan itu juga berangkat (haji) pada tahun 2024, bersama rombongannya," jelas Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (10/9/2025).

Asep menyebut, dalam keberangkatan itu, Khalid berperan sebagai pembimbing rombongan.

Khalid dan rombongan disebut berangkat dengan memanfaatkan alokasi kuota haji khusus, yang berasal dari 20.000 kuota tambahan yang kini menjadi pusat penyelidikan.

"Ternyata menggunakan kuota khusus yang dari tadi, yang asalnya 20.000 itu digunakan salah satunya untuk rombongannya Pak Ustaz KB ini," ujar Asep.

Baca juga: KPK Ungkap Dugaan Dana Korupsi Kuota Haji 2024 Mengalir hingga ke Pucuk Pimpinan Kemenag

"Inilah tentunya yang menjadi dorongan bagi kami untuk terus menggali," imbuhnya.

Profil Ustaz Khalid Basalamah

Ustaz Khalid Basalamah yang bernama lengkap Khalid Zeed Abdullah Basalamah, lahir pada 1 Mei 1975, di Ujung Pandang (kini Makassar), Sulawesi Selatan.

Ia menempuh pendidikan S1 di Universitas Islam Madinah dan melanjutkan program Magister di Universitas Muslim Indonesia.

Setelahnya, ia menempuh pendidikan Doktor di Universitas Tun Abdul Razzak Malaysia.

Khalid pernah meraih penghargaan Ulama dan DAI Kehormatan dari Multako Adduat dan Ulama Asia Tenggara pada Pertemuan DAI, Ulama Asia Tenggara dan Afrika ke-3 di Padang, Sumatra Barat pada 2017.

Khalid dikenal sebagai seorang pendakwah, tokoh terkemuka dalam gerakan salafi, dan pebisnis Indonesia.

Ia adalah pendiri Masjid dan Pondok Pesantren Addaraen di Makassar.

Ayah Khalid adalah seorang ulama, Ustaz Zeed Abdullah Basalamah, yang meninggal pada Agustus 2020, di RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar, dilansir Tribun-Timur.com.

Ibu kandung Khalid meninggal pada 1979, saat sang pendakwah masih berusia 4 tahun.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved