Selasa, 21 April 2026

Targetkan Jateng Jadi 'Kandang Gajah', Kaesang Disebut Kobarkan Perang Terbuka Lawan PDIP

Pernyataan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep yang menargetkan Jateng menjadi kandang gajah disebut terlalu bombastis.

TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto
TARGET PSI - Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep di Solo pada Kamis (8/1/2026). Dia mengungkapkan target PSI bisa menjadikan Jateng sebagai kandang gajah pada Pemilu 2029. 

Ringkasan Berita:
  • Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep menginginkan Jawa Tengah menjadi kandang gajah.
  • Pengamat politik Adi Prayitno mengatakan penyaataan Kaesang itu dianggap semacam perang terbuka melawan PDIP.
  • Menurut Adi, pernyataan Kaesang itu juga dianggap bombastis dan tidak didasari oleh kalkulasi politik yang rasional.

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menargetkan Jawa Tengah (Jateng) menjadi "kandang gajah" pada Pemilu 2029. Gajah yang dimaksud Kaesang ialah gajah pada logo terbaru PSI.

“Jawa Tengah ini kandang gajah. PSI hadir untuk masyarakat Jawa Tengah. Tolong bantu kami bekerja dan bergerak bersama menuju Pemilu 2029,” kata Kesang dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) sekaligus pelantikan pengurus baru DPW dan DPD PSI se-Jawa Tengah di Hotel Sunan Solo, Kota Solo, Jateng, Kamis, (8/1/2026).

Kaesang mengatakan terdapat kemajuan pesat perolehan kursi partai berlambang gajah itu di tingkat kota/kabupaten maupun provinsi di Jateng. Pada pemilu lalu, PSI mendapatkan total 12 kursi yang terdiri atas lima kursi DPRD Kota Semarang, lima kursi DPRD Kota Solo, dan dua kursi DPRD Provinsi Jateng.

Jateng sendiri sudah lama dianggap sebagai "kandang banteng" karena PDIP bisa dikatakan sangat kuat di provinsi itu. Oleh karena itu, pernyataan Kaesang tentang "kandang gajah" menuai sorotan luas.

Pengamat: Dianggap perang terbuka melawan PDIP

Adi Prayitno, pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, mengatakan ada banyak pihak yang menganggap pernyataan Kaesang di atas sebagai perang terbuka PSI melawan PDIP.

Menurut Adi, target PSI menjadikan Jateng sebagai kandang gajah adalah target yang sulit karena PDIP sangat kuat di sana. Dia merasa yang punya peluang menggeser PDIP di Jateng adalah partai-partai besar, bukan PSI.

“Jawa Tengah adalah kandangnya banteng. Pileg kemudian pilpresnya, termasuk soal pilkadanya, secara relatif dalam setiap kompetisi, PDIP selalu memenangkan pertarungan secara signifikan,” kata Adi dalam kanal YouTube miliknya, Sabtu, (11/1/2026).

Adi mengatakan pernyataan Kaesang tentang target PSI di Jateng dianggap sebagai pernyataan yang tidak rasional dan tidak didasarkan atas perhitungan politik yang terukur.

Lalu, dia menyampaikan dalam Pilgub Jateng 2024, PDIP memang kalah. Meski demikian, partai berlogo banteng itu sangat kuat di Jateng dalam Pileg 2024. Buktinya, PDIP berhasil menang di 19 kabupaten/kota.

“Ini PSI belum pernah lolos ke parlemen, tapi targetnya adalah menjadikan sebagai kandang gajah, itu dianggap sebagai pernyataan politik yang berlebihan, dianggap terlampau bombastis,” kata Adi.

Baca juga: PSI Hendak Ubah Basis PDIP di Jateng Jadi Kandang Gajah, Djarot Tersenyum Lebar

Alumni UIN Jakarta dan Universitas Indonesia (UI) itu mengatakan pernyataan Kaesang tersebut pasti dikaitkan dengan rivalitas lanjutan antara mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan PDIP.

“Apa pun judulnya, Kaesang adalah putra Jokowi, saat ini menjadi Ketua Umum PSI. Bicara tentang Jawa Tengah, kandang PDIP, kandang banteng, maka publik menganggap ini adalah semacam rivalitas yang kemudian akan terus berlanjut.

Menurut Adi, dari dulu hingga sekarang ada perdebatan bahwa PDIP kuat di Jateng karena ada faktor Jokowi. Di sisi lain, para politikus PDIP menganggap partai mereka kuat di Jateng karena PDIP memang solid di sana dan tidak ada sosok yang dianggap paling menonjol melampaui PDIP.

“Wajar kalau kemudian pernyataan Kaesang ini dianggap semacam psywar politik, semacam perang politik terbuka yang mulai digemakan oleh Kaesang ketika menyampaikan pidato politik,” katanya.

Kemudian, dia menyinggung gagalnya PSI lolos ke parlemen pada Pemilu 2024. Pada saat itu Kaesang sudah menjadi Ketua Umum PSI dan masih menjadi putra seorang presiden.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved