TOPIK
Konflik Iran Vs Israel
-
Penempatan THAAD di Arab Saudi terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional termasuk ancaman rudal dari Iran
-
Melalui penerbangan FZ1930 yang berangkat dari UEA Jumat pagi ini, FlyDubai tercatat sebagai maskapai internasional pertama yang mendarat di Iran
-
Amerika Serikat telah menjatuhkan sanksi baru terhadap sektor energi Iran pada hari Kamis (3/7/2025).
-
Setelah memutuskan menutup wilayah udaranya pada 13 Juni 2025 karena perang dengan Israel, kini Iran kembali membukanya.
-
Kepala Organisasi Energi Atom Iran, Mohammad Eslami menganggap remeh serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran.
-
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengancam Iran setelah 2 warga Prancis dituduh sebagai mata-mata Israel, Mossad. Mereka ditahan sejak tahun 2022.
-
Presiden AS Donald Trump mengatakan ia akan menemui perwakilan Iran jika diperlukan, sebut Iran ingin berunding dengan AS.
-
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menjelaskan alasan negaranya menangguhkan kerja sama dengan badan nuklir PBB atau IAEA.
-
Selain pesawat pengebom siluman B-2, AS juga akan mempersenjatai Israel dengan senjata Penetrasi Ordonansi (OPW) GBU-57 seberat 14 ton untuk bom Iran
-
Selain menargetkan personel, serangan Israel juga menargetkan persenjataan rudal balistik dan menghantam situs nuklir Iran
-
Warga yang datang mengenakan pakaian yang dominan hitam hingga mengenakan syal Palestina, membubuhkan tanda tangan di sebuah spanduk putih
-
Iran secara resmi menghentikan kerja samanya dengan lembaga pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).
-
Rudal Iran membuat 19.000 warga Israel terdampak dan menjadi tuna wisma. Banyak bangunan termasuk rumah hunian rusak.
-
Juru Bicara Departemen Pertahanan AS, Sean Parnell, menyatakan bahwa penilaian resmi dari kerusakan akibat serangan tersebut mendekati durasi 2 tahun
-
Departemen Pertahanan AS atau Pentagon sebut pengeboman AS berhasil membuat program nuklir Iran mundur 2 tahun tanpa memberikan bukti.
-
Menlu Iran Abbas Araqchi mengungkap kondisi fasilitas nuklir Fordow setelah dibom AS pada 22 Juni 2025. Serangan itu menyebabkan kerusakan parah.
-
Kemampuan rudal balistik berbahan bakar padat terbaru Iran bahkan diprediksi media Barat bisa dapat menjadi penyebab sakit kepala bagi AS dan Israel.
-
Dari foto yang beredar, pasangan suami istri yang ditangkap Israel tersebut berparas jelita-tampan. Keduanya berusia tiga puluhan, bekerja buat Iran
-
Selain menargetkan individu, serangan tersebut juga menghancurkan persenjataan rudal balistik dan menghantam beberapa situs nuklir Iran
-
ASEAN memang bukan kekuatan militer, tapi ASEAN memiliki kekuatan moral dan legitimasi netralitas.
-
Fatemeh Mohajerani melaporkan bahwa situs-situs nuklir utama Iran, seperti Fordow, Isfahan dan Natanz telah rusak parah akibat serangan udara AS
-
Komunikasi Iran yang disadap meremehkan tingkat kerusakan yang disebabkan oleh serangan AS terhadap program nuklir Iran.
-
Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras terhadap iran dengan klaim akan mendapatkan apa yang ia inginkan dari Teheran.
-
Reuters mengutip pejabat AS mengatakan Iran mengangkut ranjau ke Teluk Persia selama perang 12 hari, Israel-AS khawatir Iran memblokade Selat Hormuz.
-
Menlu Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa pengetahuan Iran seputar teknologi nuklir tidak bisa dihancurkan begitu saja dengan bom.
-
Menurut laporan dari pihak Iran, serangan udara Israel terhadap Teheran dan Karaj diduga diluncurkan melalui wilayah udara di atas Laut Kaspia
-
Hacker Iran mengklaim memiliki sekitar 100 gigabyte email dari akun milik tokoh terkemuka seperti Kepala Staf Gedung Putih
-
Wakil Ketua Majelis Parlemen Iran Ali Motahari mengkritik Rusia yang menolak memberikan Iran sistem pertahanan udara S-400.
-
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengonfirmasi bahwa dirinya akan mengunjungi Washington, Amerika Serikat pada minggu depan.
-
AS kembali menyepakati penjualan paket senjata presisi Joint Direct Attack Munition, berisi bom BLU‑109 dan bom MK‑82 senilai 510 Juta Dolar ke Israel