Arsjad Rasjid : Kolaborasi Swasta dan Pemerintah Kunci Pondasi Ekonomi yang Kuat dan Berkelanjutan
Arsjad Rasjid berpendapat, sinergi antara sektor swasta, pemerintah dan masyarakat kunci untuk menciptakan pondasi ekonomi yang kuat dan berkelanjutan
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Choirul Arifin
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Dewan Pengawas Indonesia Business Council, Arsjad Rasjid mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan inklusif hanya bisa dicapai dengan kolaborasi erat antar sektor.
Sinergi sektor swasta dengan pemerintah dan masyarakat adalah kunci untuk menciptakan pondasi ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif, namun tantangan seperti ketimpangan sosial dan kesenjangan antarwilayah masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan," kata Arsjad Rasjid di acara Indonesia Economic Summit (IES) 2025 di Jakarta belum lama ini.
Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2021-2025 ini menjelaskan, kolaborasi antarsektor dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah ini.
“Kita tidak bisa bergerak sendiri. Pemerintah membutuhkan dukungan dari sektor swasta untuk menciptakan lapangan kerja, sementara sektor swasta membutuhkan kebijakan yang pro-investasi dari pemerintah,” kata Arsjad.
Di sisi lain, masyarakat juga harus dilibatkan agar pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan oleh semua lapisan.
Ketua Dewan Penasihat Bisnis ASEAN (ASEAN BAC) yang juga memimpin penyusunan ASEAN Business Roadmap untuk memperkuat posisi Indonesia di tingkat regional ini menyoroti pentingnya peran sektor swasta dalam mendorong inovasi dan penciptaan nilai tambah.
Ia mencontohkan, industri teknologi dan energi terbarukan dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi jika didukung oleh kebijakan yang tepat dari pemerintah.
“Investasi di sektor energi terbarukan, digitalisasi, dan infrastruktur adalah contoh nyata di mana kolaborasi antara pemerintah dan swasta telah membuahkan hasil. Namun, kita perlu memperluas kolaborasi ini ke sektor-sektor lain, seperti pendidikan, kesehatan, dan UMKM,” ujarnya.
Baca juga: Arsjad Rasjid Resmi Lepas Jabatan Ketua Umum Kadin Indonesia ke Anindya Bakrie
Selain kolaborasi antara pemerintah dan swasta, Arsjad, yang terus memperkokoh peran Kadin sebagai mediator dalam penyelesaian sengketa bisnis dan berfokus pada penyusunan White Paper Arah Pembangunan Ekonomi 2024-2029, juga menekankan pentingnya melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan ekonomi.
Program-program pemberdayaan masyarakat, pelatihan keterampilan, dan akses ke pembiayaan mikro harus menjadi prioritas agar pertumbuhan ekonomi benar-benar inklusif.
“Pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya dinikmati oleh segelintir orang. Kita harus memastikan bahwa masyarakat di pelosok negeri juga merasakan manfaatnya. Ini hanya bisa terjadi jika semua pihak bekerja sama,” katanya.
Baca juga: Mohammad Arsjad Rasjid Prabu Mangkuningrat, B.S., B.B.A.
Meski optimistis dengan potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia, Arsjad mengakui masih banyak tantangan yang harus dihadapi, seperti ketergantungan pada sumber daya alam, rendahnya produktivitas tenaga kerja, hingga dampak perubahan iklim.
Pengusaha yang memperkenalkan WikiExport dan Kadinpedia AI, dua platform berbasis digital yang membantu UMKM terhubung dengan pasar global serta memberikan data penting bagi pengambilan kebijakan di tingkat nasional, ini meyakini bahwa dengan kolaborasi yang kuat, tantangan-tantangan tersebut dapat diatasi.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya
A member of

Follow our mission at www.esgpositiveimpactconsortium.asia
Kesenjangan Tabungan-Investasi, FDI Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi RI |
![]() |
---|
Rilis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2025 dari BPS Tuai Polemik, Ini Kata Ekonom Prasasti |
![]() |
---|
Demokrat: APBN 2026 Harus Perkuat Transformasi Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global |
![]() |
---|
Perkuat Pertumbuhan Ekonomi, Ketua Komisi XI DPR Dorong Hilirisasi dan Industrialisasi |
![]() |
---|
Kadin Indonesia Siap Jadi Mitra Danantara untuk Akselerasi Investasi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.