Minggu, 31 Agustus 2025

Konflik Iran Vs Israel

Ayatollah Ali Khamenei Disebut Tunjuk Abdolrahim Mousavi Sebagai Pengganti Mohammad Bagheri

Mousavi merupakan tokoh terkemuka yang bekerja untuk mengembangkan rudal balistik Iran, sistem pesawat nirawak, dan peluncuran luar angkasa.

khamenei.ir
KONFLIK IRAN VS ISRAEL - Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran Ayatollah Ali Khamenei saat bertemu dengan keluarga Martir Keamanan di husayniyya Imam Khomeini pada Minggu (27/10/2024). Ayatollah Ali Khamenei disebut telah menetapkan petinggi-petinggi militer angkatan bersenjata negaranya usai beberapa panglima mereka tewas atas serangan Israel. 

TRIBUNNEWS.COM, IRAN - Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei disebut telah menetapkan petinggi-petinggi militer angkatan bersenjata negaranya usai beberapa panglima mereka tewas atas serangan Israel.

Dilansir dari aljazeera.com, pada Senin (16/6/2026) Khamenei telah menunjuk Abdolrahim Mousavi sebagai panglima tertinggi tentara Iran, untuk menjadi kepala staf angkatan bersenjata yang baru menggantikan Jenderal Mohammad Bagheri yang tewas.

Baca juga: Presiden Iran Pezeshkian Kecam Kajahatan Israel: Kami Tak Memulai Perang, Tak Pula Menginginkannya

Brigadir jenderal berusia 65 tahun itu kini menjadi panglima angkatan darat pertama yang memangku jabatan tersebut.

Pasalnya, militer sebelumnya yang menduduki jabatan tersebut berasal dari dalam Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC.

Baca juga: Diserang Israel, Ini Peran Fasilitas Nuklir Isfahan yang Jadi Jantung Konversi Uranium Iran

Mousavi juga seorang veteran perang yang menyelesaikan pelatihan dan studi militernya di Universitas Pertahanan Nasional Tertinggi setelah revolusi Islam Iran tahun 1979.

Tak hanya itu, Mousavi merupakan tokoh terkemuka yang bekerja untuk mengembangkan rudal balistik Iran, sistem pesawat nirawak, dan peluncuran luar angkasa yang dikritik Barat.

Ia juga memiliki jaringan kekerabatan dengan Hassan Tehrani Moghaddam, yang dikenal sebagai "bapak program rudal Iran", yang tewas dalam ledakan di depot rudal pada tahun 2011, yang ditetapkan Iran sebagai kecelakaan.

Sementara untuk memimpin IRGC, Khamenei menunjuk Mohammad Pakpour, seorang komandan veteran yang memulai dan meniti karier di pasukan elit tersebut. 

Pakpour disebut telah mmemimpin unit lapis baja IRGC dan kemudian divisi tempur selama perang dengan Irak pada 1980-an.

Pakpour memimpin pasukan darat IRGC selama 16 tahun sebelum diangkat menjadi panglima tertinggi. Ia juga menjabat sebagai wakil operasi di IRGC dan pernah memimpin dua markas besar pasukan tersebut.

Lebih lanjut, Ayatollah Ali Khamenei juga mempromosikan Amir Hatami ke pangkat mayor jenderal dan mengangkatnya sebagai panglima angkatan darat.

Pria berusia 59 tahun ini adalah seorang militer karier lainnya yang naik pangkat selama invasi Irak, khususnya setelah Operasi Mersad. 

Saat itulah Mojahedin-e Khalq (MEK), sebuah kelompok yang telah membantu memenangkan revolusi namun terlibat berselisih dengan lembaga teokratis, memimpin serangan darat di wilayah Iran bersama pasukan Irak, dan mengalami kekalahan telak.

Baca juga: Peluang Rusia Kerahkan Kekuatan Militer Bantu Iran Melawan Israel 

Diketahui, atas serangan Israel terhadap beberapa wilayah Iran pada Jumat (13/6/2025) malam lalu termasuk ke wilayah markas program nuklir Iran telah menyebabkan beberapa pemimpin militer tinggi Iran tewas.

Panglima militer tertinggi Iran, Jenderal Mohammad Bagheri termasuk di antara mereka yang tewas. 

Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan