Konflik Iran Vs Israel
Intelijen AS Sebut Serangan Israel Percepat Niat Iran Bikin Bom Nuklir, Mossad: Cuma Butuh 15 Hari
Direktur CIA, John Ratcliffe memberi tahu Gedung Putih, pengayaan nuklir yang dilakukan Iran hampir mencapai ambang batas teknis untuk sebuah senjata
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Intelijen AS Sebut Serangan Israel Percepat Niat Iran Bikin Bom Nuklir, Mossad: Cuma Butuh 15 Hari
TRIBUNNEWS.COM - Badan intelijen Amerika Serikat (AS) terus menilai, Iran belum memutuskan untuk membangun senjata nuklir, meskipun memiliki cukup uranium yang diperkaya untuk melakukannya – menurut pejabat senior yang dilansir New York Times, dikutip Jumat (20/6/2025).
Penilaian ini tetap tidak berubah sejak bulan Maret, bahkan ketika Israel meningkatkan serangan terhadap situs nuklir Iran.
Baca juga: Empat Cara Iran Bombardir Tel Aviv: Iron Dome Cuma Level Terendah Sistem Pertahanan Berlapis Israel
Para pejabat senior memperingatkan bahwa Iran mungkin beralih ke produksi bom jika diprovokasi oleh tindakan militer terhadap lokasi-lokasi penting seperti Fordo atau jika terjadi pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Itu artinya, aksi-aksi Israel menyerang duluan malah mempercepat niat Teheran untuk membuat bom nuklir.
Perdebatan mengenai niat nuklir Iran telah muncul kembali di tengah tekanan dari suara-suara agresif di AS dan Israel.
Direktur CIA, John Ratcliffe dilaporkan memberi tahu Gedung Putih kalau pengayaan nuklir yang dilakukan Iran hampir mencapai ambang batas teknis untuk sebuah senjata.
Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menggemakan hal ini, dengan mengatakan Iran tinggal hanya memerlukan keputusan politik untuk mulai membuat bom.
"Proses ini dapat memakan waktu hanya dua minggu," kata laporan itu.

Beda Penilaian Intelijen AS dan Israel
Beberapa pejabat AS mengutip intelijen Israel, khususnya perkiraan Mossad kalau Iran hanya berjarak 15 hari lagi untuk memproduksi bom.
Namun, pihak lain dalam komunitas intelijen Amerika menentang asessment Mossad tersebut, dengan menyatakan kalau Iran mungkin memerlukan waktu beberapa bulan hingga satu tahun untuk menyelesaikan pengembangan senjata yang berfungsi.
"Para pejabat juga mencatat kalau tidak ada data intelijen baru yang dikumpulkan, hanya interpretasi baru dari data yang ada," kata laporan NYT.
Stok uranium Iran saat ini, yang diperkaya hingga 60 persen, harus mencapai kemurnian 90% untuk menjadi kelas senjata.
Lebih jauh lagi, Iran perlu merakit dan mungkin mengecilkan ukuran bom untuk penyebaran rudal.

Meskipun Iran memiliki kapasitas teknis untuk membangun perangkat semacam itu, pejabat AS mengatakan tidak ada bukti jelas bahwa Iran telah mulai melakukannya.
Konflik Iran Vs Israel
Israel dan Iran Jauh dari Kata Damai, Perang Bayangan Sengit Intelijen hingga Serangan Siber |
---|
Mossad Israel Sukses Rekrut 'Orang Dalam' Nuklir Iran, Teheran Eksekusi Gantung Rouzbeh Vadi |
---|
Iran Bentuk Badan Baru di Era Perang Lawan Israel: Apa Itu Dewan Pertahanan Nasional? |
---|
Termasuk Alamat Rumah, Iran Klaim Punya Profil Lengkap Para Pilot Israel yang Ikut Perang |
---|
Iran Buka Suara Soal Operasi Rahasia, Bantah Incar Warga Sendiri di Eropa dan Amerika |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.