5 Populer Internasional: Dugaan Kebocoran Minyak Pulau Kharg - Trump Minta Bantuan China soal Iran
Rangkuman berita populer internasional, di antaranya citra satelit menunjukkan dugaan tumpahan minyak di Pulau Kharg, namun Iran membantah
Insiden ini terjadi ketika pemerintahan AS meningkatkan "Kemarahan Ekonomi" terhadap Iran dengan memperketat sanksi dan menambah kehadiran angkatan laut AS di sekitar Selat Hormuz untuk menekan ekspor minyak Iran.
Sejak Iran menutup selat tersebut setelah pecahnya konflik pada akhir Februari, kapal-kapal tanker mengalami kemacetan di kawasan itu karena jalur distribusi minyak vital tersebut sebagian besar masih tertutup.
Amerika Serikat juga memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, yang menyebabkan banyak kapal tanker terdampar di wilayah tersebut.
2. Terjepit Perang Iran, Trump 'Ngemis' Bantuan ke Xi Jinping demi Bisa Bujuk Teheran
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dijadwalkan akan bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing pada 14-15 Mei 2026.
Kunjungan yang awalnya dirancang sebagai panggung kekuatan ekonomi AS, kini berubah menjadi misi diplomatik kritis bagi Trump yang tengah terdesak oleh krisis domestik dan luar negeri.
Para pengamat politik menilai posisi tawar Trump kali ini berada di titik terendah.
Setahun setelah sesumbar akan melumpuhkan ekonomi China melalui perang tarif, Trump justru datang membawa agenda yang jauh lebih moderat.
Alih-alih restrukturisasi ekonomi besar-besaran, fokus utama Trump kini bergeser pada kesepakatan belanja komoditas seperti kacang kedelai, daging sapi, dan pesawat Boeing.
Isu paling krusial dalam pertemuan ini bukanlah perdagangan, melainkan konflik di Timur Tengah.
Dengan tingkat ketidakpuasan publik Amerika yang mencapai 60 persen terhadap perang dengan Iran, Trump sangat membutuhkan "kemenangan cepat" untuk menyelamatkan popularitasnya menjelang pemilihan paruh waktu November mendatang.
"Trump seolah-olah lebih membutuhkan China daripada China membutuhkannya," kata Alejandro Reyes, seorang profesor yang mengkhususkan diri dalam kebijakan luar negeri China di Universitas Hong Kong kepada Reuters.
"Dia membutuhkan semacam kemenangan kebijakan luar negeri: kemenangan yang menunjukkan bahwa dia berupaya memastikan stabilitas di dunia dan bahwa dia tidak hanya mengganggu politik global," tambah Reyes.
Sebagaimana diketahui, China merupakan pembeli utama minyak Iran dan memiliki hubungan diplomatik yang stabil dengan Teheran, posisi yang tidak dimiliki oleh AS saat ini.
3. Trump Sebut Gencatan Senjata di Fase Kritis, Iran Siap dengan Apa Pun yang Terjadi
Presiden AS Donald Trump mengatakan gencatan senjata dengan Iran berada dalam kondisi kritis setelah ia menolak tanggapan Iran terhadap proposal perdamaian AS.